Showing posts with label Wisata Fooball. Show all posts
Showing posts with label Wisata Fooball. Show all posts

Thursday, April 7, 2011

Preview Singkat Perempat Final Liga Champions

diPreview Singkat Perempat Final Liga Champions. Usai sudah gelaran leg pertama Perempat Final Liga Champions. Dari 8 kontestan yang berlaga, yang secara teori punya peluang besar lolos ke semifinal ada 3 klub, sedangkan yang satunya lagi, masih unda-undu. Sapa tuh ?!? ya, MU aku lah, hahaha ...
Diantara 4 laga yang digelar Rabu dan Kamis dini hari tadi, laga Madrid v Hotspur adalah laga yang paling tidak menarik. Padahal, melihat pencapaian Hotspur di musim kemarin yang mampu lolos sampai ke babak semifinal, mestinya laga ini menjanjikan tontonan yang menarik. Tapi, ternyata bablas angine ... Hotspur benar-benar "membingungkan", antara gak punya semangat bertempur ato memang kehabisan akal. Kata orang, status away di leg pertama itu : menguntungkan. Tapi, ternyata gak juga. Mungkin maunya Hotspur, dengan counter attact seperti saat melawan Milan, mereka bisa menang. Tapi, ini Madrid, men ... saat ball possesion di area sendiri aja udah digangguin, dan ketika sampai di garis tengah, eh ! bola sudah berpindah kaki. Gimana bisa menang ?! ditambah si Crouch yang mendapat kartu merah di menit ke-15, beh ! (meski, tampangnya bego dan mainnya jelek pisan, diluar lapangan si Crouch ini terkenal playboy. Banyak cewek yang demen, hahaha ...)

Friday, April 1, 2011

Derby Milano di Laga Krusial

“Loh ?!? nih gambar gak salah, ta ?!?” “kok Ibra pake baju biru sih ?!? Ibra kan ... ?!?!” 
"Aduu ...hhh bingungin deh"
Yaa ... gitu deh. Ibra, Kaka, Vieri, CR7 ato Beckham adalah sebagian dari para pemain sepakbola dunia yang memang benar-benar profesional dengan pekerjaannya. Mereka memang bukan tipe pemain yang memiliki loyalitas pada satu klub tertentu. Kepindahan mereka dari satu klub ke klub yang lain (apapun alasannya), ujung-ujungnya memang duit juga. Siapa pun klub yang menginginkan service mereka, klub tersebut harus rela merogoh kocek lebih dalam lagi. Dan saat kesepakatan harga tercapai dengan nilai transfer & gaji yang menggilan, mereka baru akan memikirkan alasan-alasan yang lain, selain duit. Ya karena butuh tantangan baru lah ... ya karena ingin menolong klubnya lah ...  ya karena terlibat konflik dengan klub-nya lah ... macem-macem lah. Hal seperti itu sih, sah-sah aja. Gak masalah. Tapi, ... si Ibra ini memang rada beda. Dia suka menjelek-jelekkan klub yang lama, setelah pindah ke klub-nya yang baru, hahaha ...
Derby Milano Minggu dini hari besok, memang bukan akhir perjalanan menuju tangga juara. Masih ada 7 laga tersisa pasca Derby "Della Madonnina". Jangan salah ! Itu bukan nama lengkap Madonna si penyanyi sexy itu, apalagi Maradona si Tangan Arloji. Bukan. Sebutan  "Della Madonnina" hanya untuk menghormati seorang tokoh penting di Milan yang biasa dipanggil Madonnina.
Derby yang ke-176 di laga Serie-A ato yang ke-275 di semua ajang. Meski berstatus sebagai juara bertahan, di awal-awal musim, prestasi Inter sempat kembang-kempis. Di bawah kepelatihan Rafael Benitez, Inter terjerembab ke peringkat 7 klasemen sementara. Tertinggal 13 poin dari Milan yang kokoh di puncak klasemen. Pelatih ini emang bego pisan ... kerjaannya cuma bikin bangkrut klub tempat dia megawe, hahaha ... untungnya Inter segera memecat dan merekrut pelatih baru. Leonardo, namanya. Sebagai pelatih, karirnya memang masih ijo. Tapi, melihat perseteruan yang terjadi antara Milan dengan Inter, jelas ... masalahnya akan jadi lain. Leonardo dikenal sebagai seorang Milanisti. Dua kali dia keluar masuk klub Milan sebagai seorang pemain. Saat memutuskan gantung kostum, dia menjadi pemandu bakat (talent scout) di Milan. Lalu, promosi menjadi Direktur Teknik, dan akhirnya menerima jabatan sebagai pelatih Milan menggantikan Don Carlo yang boyongan ke Chelsea. Dalam perjalanannya, karena perbedaan idealisme dalam menerapkan taktik di lapangan, Leonardo pun di PHK. Banyak pihak yang menyayangkan kejadian itu (tidak terkecuali penulis, yang menjadikan Milan sebagai klub kedua setelah MU untuk dijadikan idola, hahaha ...). Gak heran, ... saat Leonardo memimpin laga terakhirnya sebelum berpisah, para pemain sengaja mendedikasikan kemenangan Milan saat itu hanya untuk sang allenatore.
Di saat menganggur itulah, Inter merekrutnya. Meski Bos Inter, Massimo Moratti menganggapnya sebagai keputusan bisnis biasa, tapi siapa yang mau percaya begitu aja ?!?! jejak rekam persaingan Milan v Inter sudah ada sejak tahun 1900-an. Dan celakanya, di  tangan Leonardo, sedikit demi sedikit, Inter berhasil merangsek ke papan atas dan akhirnya kembali pada jalur yang benar : jalur Gresik – Tulungagung lewat Cerme, eh ! Jalur Scudetto ! Saat jelang derby besok, mereka cuma tertinggal 2 poin dari sodara tua-nya, gila ! hahaha ...
Diliat dari sejarahnya, secara statistik, Milan masih unggul head to head. Tapi, dalam beberapa musim terakhir ini (terlepas dari kasus calciopoli yang melibatkan Milan), prestasi Inter gak bisa di pandang remeh. Di tangan Mancio, Inter jadi langganan Scudetto. Sedangkan, di bawah polesan Uncle Joe, Inter berhasil meraih treble winners-nya dan menyelamatkan wajah persepakbolaan di negerinya mama mia lezato ini.
Tapi, saat ini, Milan dan Inter diarsiteki pelatih yang baru. Di tangan Masio-o Alergi (baca : Massimiliano Allegri), Milan bermain dengan skema 4-3-1-2. Mirip dengan Leonardo yang suka dengan pakem 4-3-3. Sama-sama mengusung pola menyerang, Derby Minggu dini hari nanti (mestinya) bakal asik ditonton. Klo Milan yang menang, tenaa ...anngg ... masih ada 7 tikungan lagi. Kita salip di sana, hahaha ... Tapi, klo Inter yang menang ?!? Adios Milan ! Forza Italia, eh ! Forza Internazionale ! I lev yu puull, kang Leo !!! hahaha ... es cao !!!

Artikel terkait :

Tuesday, March 22, 2011

Preview Pekan ke-30 EPL

Preview Pekan ke- 30 EPL, Di jelang akhir musim kompetisi yang berlaku di semua ajang di Eropa saat ini, semua pemain, pelatih, klub dan para fans memiliki satu perasaan yang sama : Tegang ! Mau di Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Italia, Liga Spanyol ... bahkan di Liga Champions sekali pun, semuanya akan segera memasuki pekan-pekan krusial. Kepleset dikit, sirna sudah peluang jadi juara. Setiap laga yang tersisa, pasti menghadirkan tensi tinggi. Utamanya bagi, tim-tim yang berebut posisi nomor #1. Kata orang, jadi nomor #2 itu tetap baik, daripada gak dapet sama sekali. Tapi, bagi yang nglakoninya, itu akan jadi kesedihan yang amat sangat. Saat piala yang akan diperebutkan selama ini, sudah dipajang dan bisa diliat, eh ! Ternyata lagu We Are The Champions-nya bukan untuk kita, fuih ... mee ... nyeee ... sak-kan ! Mungkin cuma Astrid, yang suka jadikan aku yang kedua, hahaha ...


Bagi yang gak sedang berburu menjadi yang nomor #1, jelas gak seberapa tegang. Tapi, yang sedang kejar-kejaran di posisi 1-2 ataupun tim-tim yang berusaha menghindari jurang degradasi, wow ... jelas bikin jantung penggemarnya jadi rada was-was juga. Apalagi klo buruannya ternyata bisa lebih dari satu, macam Manchester United jagoanku, weleh-weleh ...


Balik ke Liga Inggris, jika dibandingkan dengan pekan ke-25 kemarin, maka komposisi yang berubah cuma di tempat ke-3 dan ke-4 antara Chelsea dan Man. City. Keberhasilan Chelsea mempecundangi Man. City dengan skor meyakinkan 2 gol tanpa balas, membuat posisi Chelsea naik satu peringkat di akhir pekan ini. Dan seperti biasanya ... Tottenham Hotspurs masih setia ngendon di posisi paling buncit diperburuan The Big Five Liga Premiership. “Aaaku ... masih di sini ... untuk setiiiia ... “ Ini nih, posisi klasemen terakhir pekan ke-30 EPL yang semakin OKE !


No

Klub

Main

Poin

1

Man. United

30

63

2

Arsenal

29

58

3

Chelsea

29

54

4

Man. City

30

53

5

Tottenham

29

49


Meski di musim ini, performa MU super jembret dibanding musim-musim sebelumnya, MU masih kokoh di puncak klasemen sementara. Kok bisa ya ?!? abis gimana lagi ... DNA mental juara memang sudah kadung melekat di kostum klub ini. Jadi, siapa pun pemain yang mengenakan jersey MU, seakan-akan langsung kerasukan arwah “sang juara” di dadanya. Klub yang punya raihan tropi terbanyak di era sepakbola modern dan dengan seorang manajer/pelatih yang sudah menukanginya selama hampir seperempat abad ! Gila ! KomitmenKonsisten – dan Kontinu seakan sudah identik dan melekat kuat di dalam sosok Sir Alex Ferguson. Data dan Fakta yang tersaji, memang agak susah terbantahkan. Di usianya yang hampir 70 tahun (usia bonusan), Opa Alex masih tampak sehat dan bugar. Dan hebatnya lagi ... si Opa ini masih sanggup bersinergi dengan para pemain MU yang relatif masih muda usia, fuih !!! padahal beda generasi jauh, men ! sementara, hubungan kita dengan orang tua yang cuma beda satu generasi aja, kadang sudah banyak yang gak nyambung, hahaha ...


Sebenarnya sih, saat ini, banyak pelatih yang hebat-hebat. Tapi belum tentu mereka bisa menjadi manajer yang hebat. Kalaupun bisa, belum tentu mereka bisa bertahan cukup lama di satu klub yang besar dan punya sejarah hebat seperti Manchester United. Benar-benar luar biasa. Konkrit. Di tangan Opa Alex, struktur manajemen MU dengan teknis di lapangan sudah sangat terorganisir dengan baik. Keseimbangan MU secara internal dan eksternal juga selalu terjaga. Perfecto ! tinggal satu pe-er Opa Alex yang kelihatannya belum bisa diwujudkan dan ada hasilnya : “klo Opa Alex pensiun ato mati, sapa yang bisa menggantikannya menahkodai MU agar kapal ini tetap bisa berlayar jauh bahkan melaju lebih kencang ?!?” Atau jangan-jangan malah tenggelam dan hilang di Segitiga Bermuda-nya neng Gita Ketawa ?!?! waduh ...


Dari banyak laga yang diikuti MU musim ini, MU dah keok di Piala Carling. Sebagai juara bertahan, jelas ini jadi raport merah MU. Tapi, di sisi lain, saat ini MU masih eksis di 3 ajang lainnya : masuk perempat final Liga Champions, pimpinan sementara di EPL dan finalis Piala FA. Tinggal ditunggu aja ... dapet satu, dapet dua, dapet tiga ato malah gak dapet sama sekali. Apalagi di saat krusial seperti ini, badai cedera justru datang menghampiri skuad MU, khususnya di sektor pertahanan. Duh biyung ...


Kejeniusan Opa Alex, plus kekuatan mental para pemain MU saat ini, benar-benar dalam keadaan siaga satu. Klo diliat dari sejarahnya, yang juara Piala FA, biasanya bablas juara yang lain. Treable Winner MU dulu seperti itu. Setelah dapet FA, bablas juara EPL dan dipungkasi dengan juara Liga Champions. Trus, juara di Piala Toyota yang sekarang berubah bentuk jadi Kejuaraan Dunia Antar Klub. Secara teori, peluang mengulang sukses seperti itu, bisa saja terjadi. Ini skema Liga Champions :

Perempatfinal Liga Champions :

1. Real Madrid vs Tottenham Hotspur

2. Chelsea vs Manchester United

3. Barcelona vs Shakhtar Donetsk

4. Inter Milan vs Schalke 04

Semifinal Liga Champions:

1. Pemenang perempatfinal 4 lawan Pemenang perempatfinal 2

2. Pemenang perempatfinal 1 lawan Pemenang perempatfinal 3

Final :

Pemenang semifinal 2 lawan Pemenang semifinal 1

Jadwal :

Perempatfinal 5/6 April dan 12/13 April

Semifinal 26/27 April dan 3/4 Mei

Final 28 Mei (di Wembley)


Dari skema di atas, ada kemungkinan MU melanggeng ke partai final dan bablas juara. Apalagi, partai final di gelar di stadion Wembley. Sedangkan di ajang Piala FA, MU bertemu Chelsea di partai final FA Cup. Biasanya, Chelsea sering keseleo saat melakoni partai puncak seperti itu. Di EPL sendiri, meski Chelsea cuma tertinggal 9 poin dan punya celengan satu laga tunda, posisi MU masih di puncak. Posisi ini memang full tekanan, tapi MU sudah pernah berada di posisi seperti ini dan berhasil melewatinya. Jejak rekam kepemimpinan Opa Alex selama 25 tahun ini, sudah sangat komplit. Pahit, manis, masin, masam dan kecut, semuanya sudah dirasa. Jadi, bukan sebuah misi yang impossible, jika tahun ini, MU untuk kedua kalinya meraih treble winner-nya, hahaha ... klo gagal semua ?!?! pasti biang keroknya Chelsea, hahaha ...


Sebelum postingan ini diakhiri, ada sisipan sedikit Klasemen Sementara Liga Spanyol dan Liga Italia yang gak kalah serunya. Meski, jatah kuota Liga Italia untuk Liga Champions musim depan berkurang satu, tapi greget Liga Serie A tetap lebih asik daripada Liga Jerman yang musim depan dapet jatah tambahan.


No

Klub

Main

Poin

1

AC Milan

30

62

2

Inter

29

57

3

Napoli

29

56

4

Lazio

30

54

5

Udinese

29

53


No

Klub

Main

Poin

1

Barcelona

28

75

2

Real Madrid

28

70

3

Valencia

28

54

4

Villareal

28

51

5

Espanyol

28

43


Go MU !!! ... Go Inter !!! ... Go Barca !!! hahaha ... es cao !!!

Artikel terkait :

§ Preview Pekan ke-25 EPL

§ Preview Pekan Tutup Tahun 2010

§ Preview Pekan ke-15 EPL

Monday, February 7, 2011

Preview Pekan ke-25 EPL

Preview Pekan ke-25 EPL, Rada was-was nunggu momen asik yang bisa diposting untuk pekan ke-25, eh! Akhirnya muncul juga. Ada yang menyenangkan ... tapi ada juga yang bikin sedih ati. Tadi malam, Man Utd menerima kekalahannya yang pertama di musim ini. Klo direspon negatif, wahh ... bisa gaswat tuh! Di saat-saat seperti ini nih, peran manajer/pelatih dan sejarah klub menjadi sangat vital. Silahkan sedih ... tapi, segera lupakan. Aku di sampingmu, hahaha ...

Untungnya, di saat yang sama, Arsenal gagal menang. Sempat unggul 4-0 di babak pertama, tapi di akhir laga, skor jadi 4-4. Bagi, Newscatle, jelas ini hasil yang luar biasa. Apalagi mereka baru ditinggal bombernya ke Liverpool. Si kuncrit Andy Carrol. Bukan si kumis, Andi Malarangeng, hahaha ... Dan saat postingan ini turun cetak, The Blues Chelsea baru di KO Liverpool 1-0. Ini nih, posisi klasemen terakhir pekan ke-25 EPL :

No

Klub

Main

Poin

1

Man. United

25

54

2

Arsenal

25

50

3

Man. City

26

49

4

Chelsea

25

44

5

Tottenham

25

44

Penghuninya masih tetap sama dengan pekan ke-5, ke-10, ke-15 dan pekan tutup tahun 2010. Mereka cuma saling bertukar posisi. Tapi, yang posisinya gak pernah berubah sejak pekan ke-5 s/d pekan ke-25 ini adalah : Tottenham Hotspurs. Dari dulu, ngendon di posisi 5 terus. Ini mah, model konsisten yang negatif, hahaha ... Chelsea memang sempat jadi jawara di pekan ke-5 dan ke-10, tapi setelah itu, performanya rada jeblok. Justru Arsenal dengan pasukan mudanya, yang secara konsisten memberi tekanan pada pimpinan klasemen, baik saat dipegang Chelsea dulu atau Man. Utd saat ini. Sedangkan untuk Man City, klub yang mencoba membeli juara secara instan dengan gelontoran dinar yang buanyak, patut disimak tuh. Meski model instannya sama dengan gaya Chelsea dulu, tapi dalam prakteknya, City punya pola kerja/strategi yang berbeda. Mungkin City coba menggabungkan gaya Real Madrid dan Chelsea. Madrid memang belum bisa membeli juara. Tapi, klub ini selalu dapet untung gede dengan mega proyek Los Galacticos-nya. Lain halnya, dengan Chelsea. Gaya instannya, sukses merengkuh tropi EPL di tahun pertama si Roman Emperor berkuasa. Si taipan yang kaya raya, plus gila bola juga. Klop! Tapi, secara finansial, di musimnya yang kelima ini, Chelsea akhirnya jembret! Banyak utang. Ujung-ujungnya, seminggu sebelum musim 2010 ini digelar, manajeman mengeluarkan kebijakan negatif : gak ada bonus lagi, karena gaji pemain sudah gede-gede. Nyahok dah, hahaha ...

Maunya sih, Prestasi moncer ... plus, dapet Untung gede. Tapi, itu memang gak mudah. Arsenal selalu untung. Bahkan, gara-gara untung gede, mereka sampai punya stadion baru Emirates Stadium yang megah. Tapi, puasa gelarnya juga lama pisan. Wahh ... bicara sepakbola secara kaffah memang selalu mengasyikan. Ada sisi sport-nya, tapi dari sisi bisnisnya, juga luar biasa. Kok bisa ?! sebab demand-nya ada. Banyak lagi. Jadi, ... yang dulunya sekedar olahraga di jalanan, ... sekarang dah mulai diperhatikan sisi entertainment-nya juga. Si pemainnya dah cakep-cakep. Body-nya six pack abis. Rambut juga di model macem-macem. Pake wags segala. Jadi, slalu kliatan sueger. Gak kalah sama pegawai kantoran. Rambut panjang dan gimbal, dah gak model. Rapi jali dah pokoknya. Jelang bertanding, mereka pake stelan jas komplit. Saat di lapangan, skill-nya tokcer. Dribbling-passing-jugling-nya enak diliat. Lari di sepanjang laga, gak kenal lelah. Semakin kringetan, semakin kliatan macho. Gimana cewek-cewek gak pada histeria ?!?!? hahaha .... Gajinya menggilan. Gaya hidupnya, level atas. Di luar lapangan, klo gak punya gebetan cewek seleb, ... gak keren. Si cewek pun jadi ikutan beken. Gak peduli cuma sekedar pacar, atau sudah tunangan/menikah. Lalu, gimana dari sisi manajemennya ?!?! gak kalah asiknya. OwnerManajer – dan Pelatih, jadi titik sentral. Belum lagi, peran para suporter. Semuanya itu, dinaungi oleh sebuah konsorsium yang kompeten. Format aturan main yang bagus – transparan – dan tegas.

Fuih ... pokoknya enak dah, klo bisa mencermati sepakbola secara menyeluruh. Mantafff .... dan dari semua klub di dunia, ... yang paling seimbang Prestasi dan Untung-nya, memang cuma Manchester United jagoanku, hahaha ... es cao!!!

Artikel terkait :


Submit your 
content Every Day to 25 social 
bookmarking sites, all on unique 
C class IPs... FREE.