Friday, January 7, 2011

Mengenang seorang Aa Gym Bag. # 2

Postingan lanjutan (bagian ke-2) ini, bertujuan untuk mengenang sepak terjang Aa Gym di masa lampau, termasuk tulisan-tulisannya yang memotivasi banyak orang. Dulu, ada Zainnudin MZ yang sampai digelari “kyai sejuta ummat”, meski saat ini juga sedang tertimbah musibah. Ato Syeikh Puji Yang menghebohkan. Berat ... berat ... berat ... memang berat menjadi seorang ustadz, kyai ato ulama. Tapi, meski begitu, profesi sebagai pendakwah tetap menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Bisnis ?!?! abis mau dibilang apalagi ?!? klo semakin terkenal, pasti semakin banyak tanggapan. Akhirnya, bisa milih-milih audien-nya. Meski gak mematok harga, ... harga itu pasti akan terus bergerak naik karena permintaan pasar yang terus membludak. Bisa jadi, ... undangan tausyiah dihajatan tetangga sebelah yang menikahkan anaknya, akan susah dipenuhi. Selain itu, ... Semakin terkenal seseorang, semakin banyak pula orang yang ingin mengajaknya berbisnis. Entah berawal dari kekaguman semata ... atau pun murni memanfaatkan momentum yang ada untuk alasan profit oriented.

Berat ... berat ... berat ... Kekuasaan – Kekayaan – Ketenaran. Dapet satu, dapet semua. Hilang satu ?!? bisa hilang semuanya. All for One ... One for All, berat ... berat ... berat ... Mending baca lagi aja lanjutan tausyiah Aa Gym di bawah ini sambil ngemil kacang fustuk yang uenak, hahaha ... es cao !!!

04. Pribadi Muslim Berprestasi Tausyiah Aa Gym

PRIBADI MUSLIM BERPRESTASI Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaan, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tak cukup hanya mengingat indah senyum beliau, tak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur kata, tetapi harus kita lengkapi pula dgn bentuk pribadi lain dari Rasulullah yaitu : beliau adl orang yg sangat menyukai dan mencintai prestasi ! Hampir tiap perbuatan yg dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adl shalat yg bermutu tinggi, shalat yg prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara, kualitas bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberanian tafakur dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruh senantiasa dijaga utk suatu mutu yg tertinggi.

Ya beliau adl pribadi yg sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yg sanggup dilakukannya. Tidak heran kalau Allah Azza wa Jalla menegaskan “Sesungguh telah ada pada diri Rasulullah itusuri tauladan yg baik bagimu bagi orang-orang yg mengharap rahmat Allah ..” Kalau ada yg bertanya mengapa sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandai kita mau jujur dan sudi merenung, mungkin ada hal yg tertinggal di dalam menyuri tauladani pribadi Nabi SAW. Yakni kita belum terbiasa dgn kata prestasi. Kita masih terasa asing dgn kata kualitas. Dan kita kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal itu merupakan bagian yg sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yg diwariskan utk umat hingga akhir zaman.

Akibat tak terbiasa dgn istilah-istilah tersebut kita pun jadi tak lagi merasa bersalah andaikata tak tergolong menjadi orang yg berprestasi. Kita tak merasa kecewa ketika tak bisa memberikan yg terbaik dari apa yg bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita yg merupakan amalan yg paling pokok dalam menjalankan syariat Islam. Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan mengena. Kita pun jarang kecewa sekira shaum Ramadhan kita berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.

Kita memang banyak melakukan hal-hal yg ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tak tergerak utk meningkatkan mutu atau minimal kecewa dengan mutu yg tak baik. Tentu saja tak semua dari kita yg memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi kalau berani jujur mungkin kita termasuk salah satu diantara yg jarang mementingkan kualitas.

Padahal adl sudah merupakan sunnatullah bahwa yg mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yg paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yg bisa dilakukan.

Misal saja shalat “Qadaflahal mu’minuun. Alladziina hum fii shalaatihim” . Amat sangat berbahagia serta beruntung bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya. Arti shalat yg terpelihara mutu yg dilakukan oleh orang yg benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebalik “Fawailullilmushalliin. Alladziina hum’an shalatihim saahuun” {QS. Al Maa’uun (107) : 4-5}. Kecelakaanlah bagi orang-orang yg lalai dalam shalatnya! Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman “Padahal mereka tak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama dgn lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat dan yg demikian itulah agama yg lurus” . Allah pun tak memerintahkan kita kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata krn Allah. Ada riya sedikit saja pahala amalan kita pun tak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.

Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yg unggul selalu lbh mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dgn tingkat keunggulannya. Para pemuda yg unggul juga bisa bermanfaat lbh banyak daripada orang-orang yg tak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata siapapun yg ingin memahami Islam secara lbh cocok dgn apa-apa yg telah dicontohkan Rasul maka bagian yg harus menjadi pedoman hidup adl bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yg meni’mati perbuatan dan karya terbaik yg paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yg harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus meni’mati karya terbaik kita ibadah terbaik kita serta amalan terbaik yg harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dgn syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dgn syariat agama. Insya Allah di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen bersimbah peluh, berkuah keringat dalam memberikan upaya terbaik otak seratus persen digunakan utk mengatur strategi yg paling jitu dan paling mutakhir dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik maka kita pun akan puas menjalani hidup yg singkat ini dgn perbuatan yg Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yg dikhendaki oleh Al Islam yg telah dicontohkan Rasulullah SAW yg mulia para sahabat yang terhormat dan orang-orang shaleh sesudahnya.

Oleh sebab itu bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi utk menjadi seorang pribadi muslim yg berprestasi yg unggul dalam potensi yg telah dianugerahkan Allah SWT kepada tiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenar yang paling berhak menjadi manusia terbaik yg mampu menggenggam dunia ini daripada mereka yg ingkar tak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adl anugerah dan karunia Allah SWT Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isi ini! Ingat wahai hamba-hamba Allah “Kamu adl umat terbaik yg dilahirkan utk manusia menyuruh yg ma’ruf dan mencegah yg munkar dan beriman kepada Allah ..!”.

{Sumber : Tabloid MQ EDISI 07/TH.1/NOVEMBER 2000}

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

05. Penyebab Boros Tausyiah Aa Gym

PENYEBAB BOROS, TIDAK ADA PERENCANAAN Salah satu ciri zaman modern adl segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah. Lihat saja televisi kalau dulu selain ukuran besar memindahkan channel- pun butuh tenaga. Bandingkan dgn TV zaman sekarang yg sudah menggunakan remote control yg hanya dgn sekali sentuh channel sudah berpindah. Termasuk utk menggerakkan TV- sekalipun. Juga AC lampu bahkan ada yg dengan suara pun sudah bisa menjadi sensor penggerak peralatan rumah tangga kita luar biasa. Sungguh kemampuan akal manusia telah menjadikan kebutuhan hidup kita lbh mudah utk dilakukan.

Tapi kemudahan ini pun ada dampak negatifnya. Tiada lain krn segala kemudahan yg didukung dgn pengetahuan yg memadai serta sikap mental yg bermutu ternyata dapat menjadi biang muncul pemborosan. Ada seorang suami yang tercengang melihat rekening tagihan bulanan yg membengkak luar biasa sesudah ia dan istri masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone. Tiada lain krn sedemikian mudah menggunakan dua alat yg memang diperuntukkan sebagai pemberi kemudahan ini. Biasa tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu utk mengadakan perhitungan biaya yg dikeluarkan pun terlewati.

Sangat berlainan hal dgn orang yg menyimpan uang di tabungan yg harus berproses dulu. Untuk mengambil proses ini akan cukup menghambat keinginan utk mudah mengeluarkan uang. Harap dimaklumi sesungguh tak berarti kartu kredit dan handphone itu buruk melainkan para pemilik harus memiliki mental dan keilmuan yg lbh tangguh agar apa yg dimiliki tak jadi bumerang yg akan menjebak dan menyengsarakannya.

Salah satu yg dapat kita lakukan utk menghindari perilaku boros ini adl dengan membuat perencanaan keuangan. Subhanallaah sebuah rumah tangga yg terbiasa mengadakan perencanaan selain lbh hemat juga dapat mengadakan antisipasi terhadap kekurangan cash flow keuangan keluarga. Bahkan anak-anak pun sudah dapat dilatih sedari kecil dgn cara uang jajan diberikan mingguan atau bahkan bulanan sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluaran dalam hal ini akan sangat membantu dalam program penghematan.

Ada sebuah contoh menarik. Ibu Fulanah sebut saja begitu hampir tiap minggu selalu bertengkar dgn suaminya. Sebab adl anggaran belanja yg tak pernah cukup. Padahal menurut perhitungan kasar sang suami dianggap sudah memadai. Sesudah diselidiki dgn seksama ternyata ibu Fulanah ini memang tak punya perencanaan anggaran belanja berimbang sehingga tak ada prioritas dalam pengeluaran uang dan tentu saja akibat banyak hal penting tak terbiayai sedangkan hal sekunder yg tak begitu penting malah dibeli.

Berlainan dgn Ibu Siti bukan nama sebenar yg memiliki pengetahuan untuk mengadakan perencanaan pengeluaran dan pemasukan yg berimbang. Walaupun gaji suami pas-pasan dan bahkan cenderung kurang tapi dgn perencanaan yang cermat dan terbuka kepada seluruh anggota keluarga sehingga tiap anggota keluarga memahami keadaan perekonomian keluarga yg sebenarnya. Akibat selain dana tepat guna seluruh keluarga pun terbiasa juga berhemat. Selain itu kekurangan dana juga bisa dideteksi lbh awal dan segera dicarikan solusi bersama. Tentu saja hasil kerja sama tiap anggota keluarga ini membantu menyelesaikan masalah yg ada. Sungguh sangat belainan dgn ibu Fulanah dan suami tadi yg sibuk saling menyalahkan padahal tentu saja tak menyelesaikan masalah justru malah menambah masalah.

Kalau tak percaya utk hal yg sederhana saja yaitu jikalau kita pergi berbelanja ke pasar atau toko serba ada namun tak punya perencanaan yg jelas maka akibat bisa secara sembrono membeli hal yg tak prioritas. Disamping itu kurang perencanaan menyebabkan pula peluang kegagalan semakin terbuka lebar berarti pemborosan dalam segala bidang.

Maka jikalau ingin menjadi orang yg hemat selalu adakan perencanaan yg matang dalam segala hal. Semakin mendetail/rinci maka semakin besar pula peluang untuk sukses dalam penghematan ini. Termasuk utk hal-hal yg sederhana atau yang biasa dianggap sepele. Biasakanlah sebelum belanja tulis dgn baik dan jelas barang yg harus dibeli dan anggaran yg harus disediakan begitu pula dalam belanja bulanan rumah tangga yg terbiasa mengadakan perencanaan selain lebih hemat juga bisa mengadakan antisipasi terhadap kekurangan biaya belanja bahkan anak-anak pun sudah bisa dilatih mulai dari kecil dgn cara uang jajan bisa diberikan mingguan atau bahkan bulanan sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluaran dan hal ini akan sangat membantu dalam hal efisiensi.

Ha saja harus juga dianggarkan dgn jelas biaya sedekah sebagai investasi penting utk penolak bala dan bencana pengundang rezeki yg lbh berkah. Jangan sampai keinginan hemat menjadi kekikiran dalam kebaikan. Rasulullah dalam hal ini bersabda “Orang yg kikir akan jauh dari Allah dan jauh dari manusia” .

Allah SWT pun menjelaskan dalam firman-Nya “Kamu sekali-kali tak sampai kepada kebajikan jika kamu tak menafkahkan sebagian harta yg kamu cintai. Dan apa saja yg kamu nafkahkan maka sesungguh Allah Maha Mengetahui” {QS. Ali Imran (3) : 92}. Dalam ayat lain “Dan barangsiapa yg terpelihara dari kekikiran diri maka mereka itulah orang-orang yg beruntung” {QS. Ath Taghabun (54) : 16}.

Nampaklah bahwa perencanan finansial yg berdampak pada perilaku hemat ternyata bukan berarti harus kikir.** KURANG PERAWATAN Aini sekali lagi harus pergi ke dokter gigi utk memeriksakan gigi yg sering sakit. Padahal dokter gigi yg praktek di kampung cuma satu-satu dan berjarak cukup jauh hingga utk mendapatkan perawatan dokter tersebut ia harus meluangkan waktu lbh awal dan tetap antri berlama-lama bersama-sama dengan pasien lain. Aini sebetul tak perlu repot-repot pergi ke dokter gigi seandai ia rajin merawat kesehatan giginya. Perawatan yg ringan dgn kebiasaan menjaga kebersihan tentu lbh menguntungkannya. Ia tak perlu membuat jadwal khusus utk pergi ke dokter gigi yg selain menyita waktu dan tenaga juga menguras keuangan utk sekedar ongkos naik angkot dan membeli obat.

Silahkan bayangkan sendiri apa yg terjadi andaikata kita tak merawat gigi kita selama sebulan saja jangan digosok biarkan saja! Resiko apa kira-kira yang akan kita pikul {keuntungan yg diperoleh adl hemat odol hemat waktu dan hemat tenaga}.

Gigi menjadi kuning menebal membuat mual siapapun yg melihat aroma benar-benar memusingkan siapapun yg menghirup tentu saja termasuk yang bersangkutan penyakit mulut serba kumat bisa jadi sariawan infeksi mulut termasuk sakit gigi {seperti yg kita maklumi sakit gigi adl sakit yg paling dramatis selain sakit hampir tak tertahankan jarang ada yg menengok apalagi mengirim makanan bahkan terkadang jadi bahan tertawaan} hubungan dgn sesama akan kacau berantakan begitupun hubungan bisnis/kerja sekali lagi silahkan kalkulasikan sendiri kerugian dari segala sisi terhadap akibat dari kurang perawatan.

Hal ini berlaku terhadap apapun yg harus dirawat barang-barang rumah tangga elektronik kendaraan apapun termasuk tubuh kita sendiri kita akan menanggung resiko pengeluaran yg jauh lbh besar dibanding biaya perawatan berkala yg dilakukan.

Pernah kami melihat sebuah mobil Mercy tahun 48 yg masih sangat mulus krn pemilik begitu disiplin merawat dgn seksama baik kondisi bodi maupun mesin bahkan sampai komponen detail interior sekalipun krn dengan teratur dibersihkan secara apik dan benar begitu pun penggantian komponen atau pelumas sesuai dgn aturan aus dianggarkan secara khusus dan hasil selain mobil itu awet dan masih sangat nyaman dipakai juga punya nilai jual yg jauh lbh tinggi.

Mahasuci Allah SWT yg menjanjikan “La insyakartum la adzii dannakum wa la in kafartum inna adzaabi la syadiid” yg artinya “Barangsiapa yg bersyukur atas ni’mat yg ada niscaya Kutambah ni’mat-Ku padamu dan barangsiapa yg tiada tahu bersyukur niscaya adzab Allah sangat pedih.” Memelihara ni’mat yg Allah titipkan/karuniakan kepada kita sesungguh termasuk amal shaleh yg utama dan dikategorikan ahli syukur yg pasti mendapat balasan ni’mat lain yg lbh baik dan sebalik orang yg tak mau merawat ni’mat ini termasuk orang yg kufur ni’mat yg akan memikul derita kerugian lahir batin naudzubillaah.

Sebetul anggaran utk merawat tak boleh disebut biaya perawatan melainkan investasi/modal seperti hal membeli sikat gigi dan pasta bukan biaya melainkan modal utk meni’mati gigi yg sehat bisa makan dengan ni’mat dan lain sebagainya.

Oleh krn itu marilah kita songsong ni’mat yg melimpah yg Allah janjikan dengan mensyukuri ni’mat yg ada yaitu diantara dgn merawat memelihara dengan baik teratur dan benar.

DIPERBUDAK NAFSU, Sesungguhnya pemboros sejati adl orang-orang yg memang pecinta duniawi ini yang mengutamakan topeng ingin dipuji dan dihormati orang lain yg bersikukuh menjaga gengsi yg ingin serba enak dgn kemewahan yg larut sebagai korban mode atau korban jaman yg pada ujung penyebab adl kurang iman akibat kurang pengetahuan tentang hakekat hidup mulia yg sebenarnya.

Memang menyedihkan kehidupan yg selalu diukur dgn ukuran materi dgn badai informasi lewat media cetak maupun elektronik lewat film sinetron lagu iklan dan lain-lain mempertontonkan kehidupan mewah glamour membuat banyak orang yg hidup tak realistis seakan jauh lbh besar pasak daripada tiang dan semua ini juga menjadi biang keresahan dan kesengsaraan batin juga menjadi biang terjadi tindakan ketidakjujuran/kejahatan krn utk mendapatkan obsesi tersebut akan menghalalkan segala cara.

Tukang jaga gengsi kasihan benar orang yg sangat menjaga gengsi takut tertinggal oleh orang lain dia akan pontang-panting utk memiliki sesuatu agar gengsi dianggap tetap terjaga walaupun harus pinjam sana-pinjam sini tentu saja barang yg dimiliki tak akan membahagiakan krn taruhan utk memiliki sesungguh diluar kemampuannya.

Korban mode ini pun selain pemboros juga menderita krn selalu ingin tampil up to date bermode sesuai dgn jaman tentu akan repot krn mode terus menerus berubah pasti akan sangat menguras tenaga waktu dan biaya dan yg paling meyedihkan paling sering seseorang merasa keren sesuai dgn mode padahal yg melihat menjadi sangat geli bahkan mengasihani krn selain seringkali mode itu tak sesuai/tak pantas orang lain juga sudah tahu modal yg sebenarnya.

Si Sombong kalau si Sombong tak pernah tahan melihat orang lain melebihi keadaan sehingga yg terus ada dalam benak pikiran adl bagaimana selalu kelihatan lbh dari orang lain dalam hal apapun maka dia begitu menderita melihat kesuksesan kekayaan dan kemajuan orang lain maka akan berjuang mati-matian dgn cara apapun agar selalu tampak lbh bagus lbh moderen lbh kaya lbh elit dia sudah tak perhitungkan lagi biaya yg keluar dan dari mana asal yg penting lbh dari orang lain.

Si Riya alias tukang pamer kalau si Riya ini persis mirip etalase sibuk ingin memiliki sesuatu yg diharapkan membuat diri diketahui kekayaa status dan lain sebagai tentu saja ia akan berusaha pamer pakai barang luar negeri ekslusif lain dari yg lain yaa sebetul mirip satu sama lain fokus dari pikiran adl bagaimana supaya dinilai hebat oleh orang lain setak tak diremehkan.

Dalam beberapa hal menjaga kemuliaan diri ini adl kebaikan tapi kalau sampai menyiksa diri melampaui batas kemmpuan apalagi sampai melanggar hak-hak orang lain termasuk yg diharapkan maka jelaslah kerugian dunia akhiratnya.

CEROBOH ATAU KURANG PERHITUNGAN, Kawan karib tergesa-gesa adl ceroboh tak hati-hati atau tak berperhitungan cermat. Boleh jadi dia sudah punya perencanaan matang lalu menahan diri dari tergesa-gesa tapi belum juga luput dari kerugian kalau dia masih bertindak ceroboh. Skala kerugian akibat ceroboh ini sangat macam-macam mulai dari yg sederhana sampai bencana masal lahir batin melibatkan orang banyak.

Kisah kawan yg baru pulang dari Timur Tengah dgn penuh keceriaan dan bangga memperlihatkan oleh-oleh yg kata barang elektronik langka dan tak ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenak selama perjalanan utk mempergunakan alat canggih dan mahal ini maka sesampai di rumah sebelum melakukan apapun segera saja dibuka bungkus utk dioperasikan secepatnya. Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah kabel listrik dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tak jalan seperti semesti bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus ya bau khusus kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut. Walhasil selain kaget sedih kecewa. Tentu saja sangat rugi uang waktu dan tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter hanya dalam bilangan detik saja menjadi sampah tak berguna krn kecerobohan lupa merubah voltase listriknya.

Ada kisah yg lbh dramatis lagi semoga tak ada orang yg mengulangi kecerobohan ini yaitu ketika seorang ayah yg tentu sangat sayang kepada keluarga harus mengantar istri dan anak berobat ke dokter mampir di sebuah apotik utk membeli obat. Ketika keluar dari mobil segera saja lari masuk ke dalam apotik tiba-tiba terdengar jeritan dan suara benturan yg keras lalu suara benda besar terjun ke sungai apakah yg terjadi? Ternyata sang suami ini begitu ceroboh memarkir mobil di pinggir jalan yg menurun dan tak memasang rem tangan ataupun memasukkan gigi perseneling sehingga sepeninggal mobil ini meluncur dgn sendiri tak terkendali lalu membentur dinding jembatan dan akhir jatuh ke sungai sungguh tragis. Ternyata hidup dgn mengandalkan kasih sayang saja tak cukup melainkan juga harus dgn kehati-hatian. Jauh dari kecerobohan.

Belum lagi kisah seorang ibu yg mengantuk ketika memberi obat kepada anak yang ternyata harus rela kehilangan buah hati krn ceroboh salah memberikan obat.

Begitu banyak kisah kecerobohan dari sisi kehidupan manapun yg ujung adl bencana yg sangat merugikan dan memilukan. Oleh krn itu sebagai langkah awal kita harus selalu berupaya memahami segala sesuatu dgn baik. Luangkanlah waktu utk mempelajari prosedur dan aturan-aturan penggunaan cara pakai yg benar dosis atau takaran yg pasti bacalah buku/lembaran panduan terlebih dahulu dan pahami dgn seksama berikut segala larangan dan resikonya.

Lalu tahap selanjut berusahalah utk disiplin dan tertib melaksanakan sesuai aturan. Ikutilah tahapan-tahapan dan batasan-batasan yg dianjurkan/diharuskan dengan seksama dan bersabarlah utk mengikuti jangan sok tahu dan menganggap enteng.

Selalu melakukan sesuatu dgn kesungguhan kehati-hatian dan konsentrasi yg baik agar tak terjadi kecerobohan yg merugikan.

MALAS, Berbicara tentang kemalasan maka bukan berbicara tentang kurang pengetahuan. Dia tahu tapi tetap tak melakukan hal yg semesti dilakukan ya krn enggan atau malas itulah dan kerugian yg timbul pun bukan main-main bisa jadi sampai hilang nyawa. Para pengangguran yg malas mencari nafkah atau malas bekerja keras benar-benar makhluk beban biang pemborosan krn walaupun menganggur dia tetap harus menguras dana utk makan minum tempat berteduh mandi listrik air ledeng dan lain sebagainya.

Padahal kalau dia mau saja keluar dari rumah dgn niat dan tekad utk bekerja keras mencari nafkah niscaya akan seperti burung yg keluar dari sangkar dan kembali membawa cacing utk makan keluarga jadi bukan krn tak ada jatah rizki melainkan malas menjemput jatahnya.

Ada seorang pemuda malah mahasiswa mempunyai motor yg bagus tapi dia malas sekali utk memarkir kendaraan di tempat semesti merasa lbh mudah menyimpan di depan pintu kost dan dia pun malas utk repot-repot menggunakan rantai pengaman. Di ujung kisah ini sudah bisa ditebak kemalasan seperti ini adalah memberi kemudahan bagi para maling utk melakukan aksinya. Malas mengeluarkan waktu dan tenaga yg tak seberapa dan hasil lenyaplah berjuta-juta hasil tabungan orang tua plus masih harus nyicil sisanya.

Kisah lain tentang safety belt atau sabuk pengaman. Karena merasa sudah terbiasa tak menggunakan dan juga malas memakai maka Pak Fulan sang boss sebagai pemilik mobil mewah harus memiklul derita yg menyedihkan yaitu tatkala ada mobil orang lain yg hilang kendali sehingga menabrak mobil tanpa bisa dihindarkan. Akibat selain harus berbaring di rumah sakit berbulan-bulan krn geger otak dan patah tulang tangan serta kaki yg tentu mengeluarkan biaya mahal juga tak dapat bekerja dgn baik yg menghilangkan kesempatan bisnis serta silahkan hitung jenis kerugian lainnya. Hal yg berbeda tak dialami sang supir yg walaupun pendidikan hanya Sekolah Dasar tapi selalu berusaha tertib disiplin dan tak mengenal malas utk menyempurnakan kewajibannya. Sang supir selamat krn menggunakan sabuk pengaman dgn baik dan juga tak pernah malas utk berdo’a meminta perlindungan kepada Allah yg menguasai segala kejadian. Tak pernah malas utk berdzikir sepanjang jalan juga tak pernah malas utk bersedekah bukankah sedekah adl penolak bala.

Silahkan renungkan sendiri perkara kemalasan lainnya. Misal malas mandi maka bersiaplah utk berpanu ria. Malas mengerjakan tugas dan belajar maka bersiaplah utk tak naik kelas/tingkat. Malas ngantor maka bersiaplah utk dirumahkan malas beribadah maka bersiaplah utk mendapatkan penderitaan dunia akhirat bukankah tugas kita ini utk beribadah?! Percayalah tak ada jalan kesuksesan bagi pemalas yg malang. Maka marilah kita lawan dengan segenap tenaga dobrak bagai buldozer menggempur penghalang. Yakinlah bahwa kita sangat sanggup melawan kemalasan yg merugikan dan menghinakan itu dengan mudah asalkan mau memulai dgn DO IT NOW. Lakukan sekarang juga apa yang harus kau lakukan. Selamat meni’mati hasilnya.

KURANG KENDALI, Ada sebuah rumus sederhana utk sebuah kebangkrutan pada umum jatuh sebuah usaha itu tak langsung sekaligus melainkan pelan menjalar dan akhir menjadi parah tak tertahankan dan penyebab semua ini adl lemah system pengontrolan dari usaha tersebut.

Ya bagi siapapun yg mau pergi menggunakan kendaraan dan tak melakukan pengontrolan terhadap jumlah bahan bakar yg ada maka bersiaplah stress sepanjang jalan dan siap pula utk berkuah peluh mendorong apalagi perjalanan keluar kota dan tak punya sistem pengontrolan terhadap air radiator oli ban cadangan dan peralatan kotak P3K atau hal lain maka bersiaplah utk memikul biaya besar akibat kelalaian pengontrolan ini.

Orang tua yg tak punya sistem kontrol yg baik terhadap perilaku dan pergaulan anak-anak tampak terlalu banyak contoh di sekitar kita tentang aib dan bencana yg harus dipikul kedua orang tuanya.

Begitu pun organisasi yg lemah sistem kontrol baik ke atas maupun ke bawah niscaya organisasi ini akan menjadi organisasi babrok tak bermutu tak akan berprestasi dgn benar dan baik dan suatu saat pasti ambruk krn memang demikianlah sunnatullah-nya. Termasuk sakit bangsa ini jelas sekali menjadi pelajaran bagi kita semua korupsi dimana-mana merajalela disegala lapisan sungguh menyedihkan memang bangsa kita punya moral yg sangat buruk begini pelajaran yg dapat diambil memang sistem pengontrolan dari rakyat ke penguasa hampir tiada aparat yg harus juga ternyata tak jujur maka ya jadilah semrawut begini.

Oleh krn itu marilah kita mulai dari diri kita keluarga kita utk berbudaya membangun system pengontrolan yg baik benar dan tepat awali pengetahuan tentang resiko yg harus dipikul yg dapat dicegah dgn cek dan ricek yg baik lalu biasakan membuat check list atau daftar pengecekan yg jelas dan detail dan mulailah membiasakan utk tak melakukan apapun sebelum mengadakan check dan ricek tadi Insya Allah semoga Dia mencegah segala kemudharatan dgn sikap kita yg penuh kehati-hatian ini sehingga kita lbh dapat meni’mati hidup ini dgn lbh baik.

SEGALANYA MUDAH, Salah satu ciri dari zaman modern ini adl segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah lihat saja TV kalau dulu selain ukuran besar memindahkan chanel juga butuh tenaga bandingkan dgn TV saat ini sudah menggunakan remote yg hanya disentuh saja termasuk menggerakkan TV- sekalipun juga AC lampu bahkan suara kita pun sudah bisa jadi sensor penggerak peralatan luar biasa.

Tapi ada dampak negatif segala kemudahan yg tak didukung dgn pengetahuan yang memadai serta sikap mental yg bermutu krn ternyata biang pemborosan pun bisa lahir dari kemudahan ini.

Ada seorang suami yg tercengang melihat rekening tagihan bulanan yg membengkak luar biasa sesudah beliau dan istri masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone krn demikian mudah menggunakan tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu utk mengadakan perhitungan pun terlewati tentu sangat berlainan hal dgn orang yg menyimpan uang di tabungan yg harus berproses utk mengambil proses ini akan cukup menghambat keinginan utk mudah mengeluarkan uang harap dimaklumi sesungguh tak berarti kartu kredit dan handphone itu buruk melainkan para pemilik harus memiliki mental dan keilmuan yg lbh tangguh agar apa yg dimiliki tak jadi bumerang yg akan menjebak dan menyengsarakannya.

Sistem belanja dgn mencicil juga harus dicermati dgn seksama kemudahan yang diberikan dgn kiriman langsung ke rumah dan dicicil bulanan tentu saja ada mamfaat tapi tak jarang menjadi ajang pemborosan krn digunakan utk memiliki sesuatu yg sebetul tidak/belum begitu diperlukan sedangkan cicilan-cicilan yg beraneka ragam akan sangat terasa ketika sudah mulai mencicil dan lbh terasa lagi jikalau cicilan jangka panjang sedang sang barang tak begitu tinggi nilai mamfaat atau bahkan sudah rusak.

Termasuk berbelanja di superstore yg sangat serba ada daya rangsang utk membeli akan timbul dgn kemudahan melihat barang-barang tersebut yg sebetul jikalau mau jujur tanpa barang tersebut pun tak akan berpengaruh bagi keadaan rumah tangga sungguh harus sangat berhati-hati selain harus direncanakan dgn baik apa yg akan dibeli juga harus dibatasi membawa uang agar tak kebobolan berbelanja hanya krn tergiur dgn kemudahan melihat dan mendapatkannya.

{Sumber : Koran Kecil MQ EDISI 12 13 14 15/TH.I/2001}

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym


Artikel terkait :


Submit your 
content Every Day to 25 social 
bookmarking sites, all on unique 
C class IPs... FREE.