Sunday, January 9, 2011

Mengenang Aa Gym Bag. # 3 (terakhir)

Postingan ini adalah bagian terakhir (bagian ke-3) dari trilogi Mengenang Aa Gym. Sempat melepaskan pertanyaan ke semesta alam, ada apa dengan Aa Gym ?! seberapa besar kesalahan teh nini ?! (perempuan yang telah dihamilinya sebanyak tujuh kali dan memberinya keturunan yang sehat, baik jasmani maupun rohaninya). Cukup untuk membentuk sebuah tim bola basket – volley – ato futsal, berikut dengan pemain cadangannya. Ada yang menjawab,”klo tambah istri muda dengan 3 anak kan bisa jadi tim sepakbola”, hahaha ... tapi ada juga yang menjawab,”Aa Gym cuma manusia biasa ... sedangkan teh nini cuma wanita biasa”, naa ... jawaban yang terakhir ini nih, yang bikin hati gak bisa tanya-tanya lagi. Singkat – praktis – dan tepat. Jawaban yang memanfaatkan kelemahan sebagai kekuatan, hahaha ... ini mah jurus tertinggi manusia setengah dewa, hahaha ...

Yaa ... apa mau dikata, Dalamnya laut, bisa ditebak. Dalamnya hati, sapa yang tahu. Yang pasti, ... catatan yang sebenarnya selalu tersimpan rapi di laci Istana Langit. Gak hanya bukti tertulis dan videonya aja. Tapi, mata – kaki – tangan – bibir – dan mata yang selama kita hidup cuma bisa diam, akhirnya ikut bicara juga, wee ... dijaminnn, ... pengacara handal sekali pun, gak akan bisa ngomong,”denied ... denied ... denied”, hahaha ...

OK, men ... selamat menikmati episode terakhir dari 10 kumpulan tausyiah terbaik Aa Gym, sambil makan batagor dalam plastik. Eits ! Jangan lupa ! sebelum dimakan, dikocok-kocok dulu, biar bumbu dan sambelnya tercampur merata. Setelah itu, ... baru disobek bagian ujung plastiknya. Pake gigi aja. Lebih praktis dan higienis, hahaha ... es cao !!!

06. Potensi Ruhiah Tausyiah Aa Gym

Potensi Ruhiah K.H. Abdullah Gymnastiar. Ternyata kekuatan adl hal mutlak yg harus dimiliki oleh siapapun yang ingin memperoleh kemenangan. Terbukti jikalau badan lemah, ekonomi lemah, otak lemah, kepandaian lemah, kita tak dapat berperan sebagai makhluk unggul yang membawa manfaat banyak bahkan justru sebalik kita menjadi tertindas baik oleh hawa nafsu oleh syetan terkutuk atau juga oleh makhluk-makhluk yg tak menyukai kebenaran. Karena sudah menjadi suatu keharusan bagi siapapun untuk terus-menerus menggalang aneka potensi kekuatan yg ada pada dirinya. Hanya saja, harus kita sadari pula bahwa kekuatan itu tak cukup hanya kekuatan lahir saja. Karena bagi siapapun yg berusaha membangun kekuatan ekonomi dgn meyakini bahwa hanya dgn kekuatan ekonomi itulah yg akan membuat diri menang kuat tanpa dibarengi kekuatan lain maka akan hancurlah dia. Sudah terlalu banyak contoh tengok saja ketika zaman masih ada Uni Soviet, pastilah saat itu di negara ini tak kurang para profesor ada, ahli ekonomi ada, ahli keuangan ada, ahli perencanaan pembangunan ada, juga ahli militer dan ahli di berbagai bidang lain, tapi ternyata Uni Soviet yg nampak begitu kokoh bisa rontok seketika. Begitu juga kalau kita menganggap bahwa hanya kekuatan senjata sebagai satu-satu kekuatan yg akan memenangkan pertempuran kita saksikan lagi bagaimana Rusia dgn peralatan dan perlengkapan tempur yg begitu lengkap, begitu banyak personil, begitu kuat dukungan logistik, ternyata dipermalukan di Afghanistan. Bahkan gempuran berikut ke Chech sebuah negeri yg begitu kecil mungil, ternyata Chech sampai saat ini masih bisa bertahan. Lalu adakah kekuatan lain yg mampu memenangkan tiap pertempuran? Ada! Kekuatan itu tiada lain kekuatan dari dalam diri kita sendiri yg kadang begitu saja kita melupakannya. Padahal kalau kita mampu membangun dgn sungguh-sungguh ia akan menjadi sebuah kekuatan yg teramat dahsyat.

Inilah kekuatan tanpa biaya, tanpa memerlukan pertolongan orang lain, tapi bila saja dibina dan dioptimalkan maka ia adl modal yg luar biasa dahsyat dalam mengarungi kehidupan ini. Kekuatan apakah itu?! Dikisahkan pada abad ke-7 Hijriah di saat kekuatan kekhalifahan Islam mulai meredup terjadi pertempuran yg sangat dahsyat dan monumental yaitu ketika bangsa Tartar dibawah pimpinan Jengis Khan menyerbu negeri-negeri Islam bagai air bah bergelombang bagai badai yg garang menyapu dari segala penjuru dan kemudian meluluhlantakan semua negeri-negeri yg dilaluinya. Bahkan diceritakan sungai Dajlah di tengah kota Baghdad yg begitu bening menjadi hitam kelam air oleh tinta dari ratusan buku perpustakaan yg dibuang ke sungai itu oleh tentara Tartar. Kita kenang masa ini sebagai masa kekhalifahan Islam yg paling kelam saat dimana sebagian besar negeri Islam dibasmi dan dilindas habis oleh bangsa Tartar ini. Barisan bala tentara seakan-akan tak pernah terbendung dan terkalahkan. Pedang-pedang seperti menjadi tumpul tiada berdaya menyentuh tubuh mereka. Sampai-sampai munculah mitos “Tartar takkan pernah terkalahkan”. Berselang beberapa tahun setelah kejatuhan pertama kali negeri-negeri Islam ini. Tersebutlah suatu kisah dimana ada seorang syeikh bernama Syeikh Jamaludin dari Bukhara. Beliau adl seorang yg bersih mursyid yg tulus walaupun secara lahiriah fisik sudah berkurang kemampuannya.

Suatu waktu ia berjalan-jalan bersama sahabat-sahabat dan santri-santri hingga tanpa disadari mereka telah memasuki wilayah kekuasan bangsa Tartar yg waktu itu dipimpin oleh seorang taklak yaitu Taklak Timur Khan {Timur Lenk} seorang cucu Jengis Khan. Begitu masuk wilayah bangsa Tartar ini yg kebetulan beliau memasuki wilayah berburu Sang Taklak, maka serta merta ditangkaplah mereka dan langsung dibawa menghadap Sang Taklak yg cucu Jengis Khan ini. Bertanyalah Sang Taklak “Engkau siapa dan darimana …?” “Saya dari Bukhara dan seorang Parsi” Mendengar jawaban ini Sang Taklak serta merta tertawa terkekeh-kekeh seraya berkata meremehkan “Oo orang-orang Parsi ini lbh rendah dan lbh hina dari seekor anjing” ujarnya dgn pandangan mengejek. “Ya benar! Andaikata kami tak diberi cahaya kemuliaan dgn agama yang benar niscaya kami lbh hina daripada seekor anjing” Jawab Syeikh Jamaludin mantap. Sebuah jawaban yg disertai nur kekuatan keyakinan rupanya selalu membuat terngiang-ngiang di telinga Sang Taklak. “Ya, Kami jauh lbh hina daripada seekor anjing andaikata tak dimuliakan dgn agama yg benar” Sang Taklak merenung memikirkan kata-kata ini “Ada apa dibalik kata-kata yg ringkas ini?!” Pikirnya. Begitu menggelitik jawaban Syeikh Jamaludin ini sehingga suatu saat dipanggillah ia kembali oleh Sang Taklak ke istana. “Apa yg kau maksudkan dgn kata-kata yg dulu pernah engkau ucapkan itu?” Bertanyalah Sang Kaisar.

Dengan ijin Allah, Syeikh Jamaludin ini menjelaskan dgn begitu bersemangat tentang keindahan Islam. Penjelasan yg merupakan buah dari perasaan dan kecintaan kepada Islam. Uraian disertai pula dgn raut muka perilaku yg sebanding dgn keindahan yg disampaikannya. Dijelaskan pula betapa kekufuran telah membawa martabat manusia merosot lbh hina daripada seekor anjing. Mendengar uraian ini tergetarlah hati Sang Taklak hingga akhir terbukalah pintu hati utk menerima Islam hanya saja pada saat itu masih ada satu hal yg mengganjal “Aku belum menjadi kaisar, saat ini masih orang tuaku yg menjadi penguasa, aku berjanji seandai aku nanti jadi penguasa aku akan masuk Islam.” Janji Sang Taklak.

Waktupun berselang. Suatu saat menjelang Syeikh Jamaludin wafat diberitahukanlah perihal janji kaisar ini kepada anak yg bernama Ryasidudin “Wahai anakku Taklak Timur Khan akan menjadi kaisar, andaikata dia sudah resmi jadi kaisar, datangilah dan sampaikan salam dariku serta ingatkan kepadanya akan janji yg dulu pernah diucapkannya”. Ketika benar Syeikh Jamaludin wafat, puteranya sengaja datang ke perkemahan Sang Taklak Timur Khan utk melaksanakan wasiat orang tua, namun karena ia dianggap orang asing yg tak dikenal, sampai disana ia ditolak tak boleh masuk. Seraya memohon pertolongan Allah, ia memutar otak sehingga munculah idenya. Saat malam melepas gulita dan fajar shubuh mulai menyingsing, segera saja ia mengumandangkan azan dgn begitu keras sampai-sampai Sang Taklak Timur Khan yang berada di dalam kompleks perkemahan tentara terbangun seraya bertanya-tanya, “Siapa itu yg berteriak-teriak di malam buta seperti ini? Siapa dia berani kurang ajar mengganggu tidurku?” Begitu marah Sang Kaisar ini. Putera Syeikh pun ditangkap sehingga kemudian dibawa menghadap pada sang kaisar.

Begitu bertemu muka dgn sang kaisar, putera Syeikh Jamaludin ini langsung memperkenalkan diri “Saya putra Syeikh Jamaludin menyampaikan salam dari beliau”. Ketika mendengar nama ‘Syekh Jamaludin’- yang beberapa tahun lalu akrab ditelinganya, Sang Kaisar tiba-tiba seperti api disiram air, reda marah dan luluh hatinya.

“Saya hanya akan mengingatkan janji yg pernah tuan ucapkan dgn beliau” Lanjut putera Syeikh Jamaludin ini. Teringatlah sang kaisar akan janjinya, sehingga pada saat itu juga Kaisar Timur Khan mengucap dua kalimah syahadat sebagai tanda bahwa ia benar-benar masuk Islam. Kala itulah bangsa Tartar benar-benar berubah dari yg tadi berwajah bengis kejam dan melindas habis menjadi bangsa yg berakhlak mulia. Pada saat itulah seluruh penduduk kerajaan menerima cahaya kemuliaan Islam. Sungguh luar biasa dari yg tadi meluluhlantakan Islam dgn kekuatan senjata, akhirnya menjadi luluh lantak hati hanya oleh perkataan. Ratusan ribu orang menentang dgn kekuatan senjata tak ada yg mampu mengalahkan, tapi hanya dgn beberapa patah kata yg menghunjam ke hati telah membuat negeri yg tak pernah terkalahkan malah masuk dalam semburat cahaya Islam bahkan menjadi benteng Islam yg begitu kokoh saat itu.

Bekas pun nampak sampai sekarang seperti di Rusia, Kaukasus, Asia Tengah dan sekitar ternyata adl buah dari bangsa yg tadi menghancurkan Islam secara fisik krn kekuatan memang tak tertahankan namun akhir menjadi benteng Islam. Mengapa? Ternyata krn ada satu kekuatan lain yg mampu mengalahkan yaitu kekuatan ruhiah. Syeikh Jamaludin adl seorang ulama yg begitu tinggi cahaya ruhiahnya. Kata-kata, sorot mata, cara berjalan sikap dan semua dalam diri ternyata memancarkan energi yg betul-betul membuat orang yg mendengar terbuka hatinya. Satu patah kata atau dua patah kata dari orang yg sudah tercahayai hati, maka kata-kata itu bagai gelombang-gelombang yg bisa menyentuh, bagai magnet yg bisa menyedot begitu hebat kekuatan, sehingga daya ubah pun sungguh luar biasa dahsyatnya. Inilah kisah bagaimana seorang mursyid yg bersih jujur dan tulus walau tanpa kekuatan fisik yg berimbang, tapi krn kekuatan ruhiah begitu dahsyat ternyata mampu membolak-balikan hati mengislamkan yg belum Islam meluruskan yg tersesat dan menjadi jalan bertaubat bagi orang yg berlumur dosa. Allahuakbar. **

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

07. Belajar dari Wajah Tausyiah Aa Gym

Belajar Dari Wajah K.H. Abdullah Gymnastiar. Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yg terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salah kalau kita buat semacam target. Misal : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuk tapi yg utama adl pancaran yg tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing misal tekadkan dalam diri : “Saya ingin tahu wajah yg paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yg paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?” krn pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dgn wajah orang per orang. Ya krn tiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan dan lain sebagainya. Nah ketika kita berjumpa dgn siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallaah pastilah kita akan bertemu dgn beraneka macam bentuk wajah. Dan tiap wajah ternyata berdampak berbeda-beda kepada kita. Ada yg menenteramkan, ada yg menyejukkan, ada yg menggelikan, ada yg menggelisahkan dan ada pula yg menakutkan. Lho kok menakutkan? Kenapa? Apa yg menakutkan, krn bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yg hidung mungil tapi menenteramkan. Ada yg sorot mata tajam menghunjam tapi menyejukkan. Ada yg kulit hitam tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dgn seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram subhanallaah walaupun kulit tak putih, tak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya.. sejuk sekali! Senyum begitu tulus meresap ke relung qolbu yg paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuh mungil dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin pemimpin spiritual gerakan Intifadah Palestina. Ia tak punya daya, duduk saja di atas kursi roda. Hanya kepala saja yg bergerak. Tapi saat menatap wajahnya terpancar kesejukan yg luar biasa. Padahal beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yg dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi ternyata dibalik kelumpuhan itu beliau memendam ketenteraman batin yg begitu dahsyat tergambar saat kita memandang sejuk pancaran rona wajahnya.

Nah saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yg menenteramkan maka cari tahulah, kenapa dia sampai memiliki wajah yg menenteramkan seperti itu. Tentulah benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyuman yg tulus; pancaran wajah nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yg menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dgn sifat yg berlawanan; {maaf bukan bermaksud meremehkan} ada pula yg wajahnya bengis, struktur kata ketus, sorot mata kejam, senyuman sinis dan sikap pun tak ramah. Begitulah wajah-wajah dari saudara-saudara kita yg lain yg belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yg menenteramkan, yg menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita dan buang jauh-jauh raut wajah yg tak ramah, tak menenteramkan dan yang tak menyejukkan. Tidak ada salah jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yg ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yg bibir di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangka dia kurang senyum, sinis atau kurang ramah. Subhanallaah bentuk seperti ini pun karunia Allah yg patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yg memiliki utk berusaha senyum ramah lbh maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yg utk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut yaitu utk lbh ikhlas lagi. Karena senyum di wajah bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yg utama adalah ingin tuk kita membahagiakan orang lain? Ingin tuk kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian yg luar biasa kepada tiap orang yg bertemu dgn beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yg menyapa – menganggap orang tersebut adl orang yg paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil ketika Nabi SAW berbincang dgn siapapun maka orang yg diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap ternyata menjadi atribut kemuliaan yg beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yg diajak bicara.

Adapun kemuram-durjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara kita belum menganggap orang yg ada dihadapan kita orang yg paling utama. Maka terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misal ketika ada seseorang yg datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal kalau kita sudah tak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap itu tak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yg kuat.

Oleh krn itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud utk meremehkan. Tapi mengambil tauladan wajah yg baik, menghindari yg tak baik dan cari kunci kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah utk mengutamakan orang lain! Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita walaupun hanya beberapa menit walaupun hanya beberapa detik subhanallaah.**

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

08. Rasul Panutan Ummat Tausyiah Aa Gym

Rasul Panutan Ummat K.H. Abdullah Gymnastiar. Salam sejahtera kepada penghulu segenap makhluk yg paling mulia rakhmat bagi semesta alam manusia paling sempurna paling suci dan penyempurna revolusi zaman dialah Muhammad SAW. Dialah nabi paling pemurah paling peramah penuh kharisma dan kewibawaan kesantunan serta bergelar khatamul anbiya. Dialah jalan terang bagi gelap kehidupan dgn kesemarakan akhlak yg mulia, itulah puncak dari kebesaran dan kesempurnaan sehingga beroleh gelar Al Amin .

Berkaitan dgn keagungan nabi ini, Sayyid Hussein Nasr seorang cendekiawan muslim terkemuka menulis “Makhluk yg paling mulia ini {Muhammad SAW} juga dinamakan Ahmad Musthafa Abdullah Abul-Qasim dan juga bergelar Al Amin—yang terpercaya. Setiap nama dan gelar yg dimiliki mengungkapkan suatu aspek wujud yg penuh berkah. Ia adalah sebagaimana makna etimologis yg dikandung dalam kata Muhammad dan Ahmad yg diagungkan dan dipuji; ia adl musthafa abdullah {hamba Allah yang sempurna} dan terakhir sebagai ayah Qasim. Ia bukan hanya Nabi dan utusan Allah tetapi juga kekasih Allah dan rahmat yg dikirimkan ke muka bumi sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran “Dan tidaklah kami utus engkau kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam.” {Q.S. Al Anbia (21):107}.

Ungkapan keagungan ini tidaklah berlebihan krn Allah Azza wa Jalla pun memuji beliau bahkan senantiasa bershalawat kepada firman-Nya “Sesungguh Allah dan para malaikat-Nya melimpahkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yg beriman sampaikanlah shalawat dan salam kepadanya.” . Demikianlah Allah dan para malaikat bershalawat kepada seharus apatah lagi kita sebagai makhluk kecil yg tiada berdaya ini. Disamping bershalawat ternyata penghormatan kepada Rasulullah SAW memiliki etika tersendiri. Tidak cukup hanya bershalawat saja krn yg terpenting adl kita harus yakin benar bahwa Rasulullah adl suri tauladan sepanjang zaman. Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insya Allah akan selamat dunia dan akhirat. Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya “Dan sesungguh Rasul Allah itu menjadi ikutan yg baik utk kamu dan utk orang yg mengharapkan menemui Allah di hari kemudian dan yg mengingati Allah sebanyak-banyaknya.” {Q.S. Al Ahzab (33): 21}. Seakan ayat ini menyatakan bahwa tak usah kita melakukan apapun kecuali ada contoh dari Rasulullah.

Ketika misal rumah tangga keluarga kita berantakan, maka solusi terbaik adl dgn mencontoh Rasul dalam mengemudikan bahtera rumah tangganya. Subhanallah siapapun yg mempunyai referensi Rasulullah dalam perilaku sehari-hari, maka hidup seperti seorang yg punya katalog yang sangat mudah di akses, segala serba tertuntun.

Begitu penting tauladan ini. Itulah sebab mengapa P4 gagal di Indonesia? Padahal dimana-mana dilakukan penataran berbagai metode dan pola digunakan biaya pun keluar miliaran rupiah tapi mengapa tak berhasil merubah pola pikir masyarakat? Jawaban mudah saja menurut yg saya pahami dari Dr. Ruslan Abdul Ghani yg menyatakan bahwa salah satu penyebab utama adl karena tak ada contohnya. Siapa sekarang orang Indonesia yg paling Pancasilais sehingga layak ditauladani perilakunya? Belum ada! Karena berbahagialah umat Islam yg mempunyai tauladan Rasulullah SAW dalam diri semua aspek kehidupan telah ada reperensinya. Mau duduk bertemu dgn kawan bertemu dgn orang kaya bercakap dgn orang papa berhubungan dgn pejabat semua telah ada contoh termasuk bagaimana teknik menghadapi penjahat. Semua sudah jelas bahkan sampai hal yg paling sederhana seperti di kamar kecil yg paling tersembunyi sekalipun semua ada tuntunannya. Sayang kita jarang menyempatkan diri utk mempelajari bagaimana perilaku Rasulullah SAW yg sebenarnya. Karena jikalau Pesantren Daarut Tauhiid saat ini dianggap sedang “naik daun” maka sama sekali bukan krn ide cemerlang seseorang, hakikat krn pertolongan Allah Azza wa Jalla dengan syariat mengamalkan sebagian dari tuntunan Rasulullah SAW yg diaktualisasikan dan dikemas sedemikian rupa. Jadi apatah lagi bagi orang-orang yang mampu mengaplikasikan semua yg telah Rasul tuntunkan hasil tentu akan jauh lbh luar biasa lagi.

Oleh karena itu bagi sahabat yg dikaruniai kesempatan menjadi guru dan mengharapkan dicintai dan dihormati murid, tak membosankan murid ketika mengajar dikelas, proses belajar-mengajar menjadi efektif serta para murid menjadi cerdas dan berpikiran maju, maka contohlah Rasul dalam mengajar. Bagaimana cara Rasul mengajar? Ternyata Rasulullah mengajar dgn penuh kelembutan, kasih-sayang dan sangat ingin para sahabat menjadi maju. Jikalau anda seorang manager perusahaan atau pejabat di sebuah instansi pemerintahan, maka yg harus dipikirkan adl bagaimana agar bisa sukses dengan tetap mengikuti tuntunan Rasulullah? Ternyata Rasulullah SAW dalam berorganisasi itu rendah hati, lembut perangai, senang bertukar pikiran selalu meminta ide saran dan koreksi dalam bermusyawarah. Adapun bagi pemuda yg ingin dicintai, disukai, penuh pesona, melimpah kharisma maka pelajari bagaimana pribadi Rasul. Para sahabat seperti hal Imam Ali ternyata juga meneladani Rasulullah SAW. Nampak jikalau kita berat menghadapi hidup ini, maka pertanyaan adl sampai sejauh mana kita mampu meluangkan waktu utk mempelajari pribadi Rasulullah SAW? Demikian penting arti sebuah tauladan atau penuntun bagi kehidupan seseorang. Karena siapapun akan sengsara atau bahkan tersesat, jikalau tak pernah meluangkan waktu utk mempelajari pribadi Rasulullah SAW. Dialah penuntun kita dari kesesatan dan gelap kehidupan. Seperti hal sebuah kejadian yg semoga dgn diungkapkan diforum ini ada hikmah yg bisa diambil. Kejadian adl dari penuturan seorang mubaligh asal Bandung. Ketika itu ia diundang bertabligh di suatu tempat di Tasikmalaya. Berangkatlah ia naik mobil bersama penjemputnya. Penjemput sebagai penunjuk arah di depan satu mobil dan sang mubaligh mengikuti di belakang dgn mobil lain. Beberapa jam perjalanan lancar-lancar saja, sayang setelah beberapa saat sampai di wilayah Tasik, penunjuk arah memacu kendaraan lbh cepat sehingga mobil sang mubaligh tertinggal jauh di belakang. Cerita selanjutnya mudah ditebak, sang mubaligh pun tersesat. Belok kiri tak ketemu, belok kanan masuk pasar, waktu pun berlalu sia-sia, hati bahkan sudah mulai gelisah tak menentu. Nampaklah betapa sengsara orang yg tersesat, waktu dan tenaga terbuang percuma, tujuan tak menentu, perasaan pun tak enak bahkan sebentar-sebentar harus tanya sana-tanya sini, sungguh merepotkan. Demikianlah kegelisahan akan makin akrab dgn orang-orang yg kehilangan penuntun dalam hidupnya. Bayangkan saja andaikata kita tak punya penuntun, tak punya penunjuk arah, lalu kita berjalan menuju suatu tempat yg belum diketahui sebelum, pastilah tak akan menentramkan perjalanan tersebut. Tapi jikalau penuntun arah dan tujuan jelas, maka langkah kita akan mantap dan hati pun senantiasa disaputi ketentraman. Dan Rasulullah SAW adl penuntun dan panutan kita sepanjang zaman.**

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

09. Kegigihan Dalam Berikhtiar Tausyiah Aa Gym

KH. Abdullah Gymnastiar. Mahasuci Allah Dzat yg memiliki segalanya. Maha cermat Maha sempurna sehingga sama sekali tiada membutuhkan apapun bagi Allah SWT dan hamba-hamba-Nya. Tidak ada kepentingan dan manfaat yang bisa kita berikan krn Allah secara total dan Mahasempurna telah mencukupi diri sendiri. Ribuan malaikat yg gemuruh bertasbih, bertahmid, dan bertakbir tiap detik tiap waktu tiap kesempatan memuji Allah itupun hanya menunjukkan keagungan dan kebesaran-Nya.

Diciptakan-Nya makhluk jin dan manusia lalu diperintahkan untuk taat bukan krn Allah membutuhkan ketaatan makhluk-Nya.

Sungguh semua perintah dari Allah adl karunia agar kita menjadi terhormat mulia dan bisa kembali ke tempat asal mula kita yaitu SURGA. Jadi kalau kita masuk neraka naudzubillah sama sekali bukan krn kurangnya karunia ALLAH tapi krn saking gigih kita ingin menjadi ahli neraka yaitu dgn banyak maksiat yg kita lakukan.

ALLAH SWT Mahatahu bahwa kita memiliki kecenderungan lebih ringan kepada hawa nafsu dan lbh berat kepada taat. Oleh karena itu jika kita mendapat perintah dari ALLAH dalam bentuk apapun si nafsu ada kecenderungan ‘berat’ melakukan, bahkan tak segan-segan utk menolaknya. Misal; sholat kecenderungan ingin dilambatkan. Shaf saja, orang yg berebutan shaf pertama tak banyak, amati saja bahwa shaf belakang cenderung lbh banyak diminati. Perintah sholat banyak yang melakukan tapi belum tentu semua tepat waktu, yg tepat waktu juga belum tentu bersungguh-sungguh khusu’. Bahkan ada kalanya - mungkin kita yang justru meni’mati shalat dgn pikiran yg melantur melayang-layang tak karuan sehingga tak jarang banyak program atau urusan duniawi lainnya yang kita selesaikan dalam shalat. Dan yg lbh parah lagi kita tidak merasa bersalah.

Saat menafkahkan rizki utk sedekah, maka si nafsu akan membuat seakan-akan sedekah itu akan mengurangi rizki kita, bahkan pada lintasan berikut, sedekah ini akan dianggap membuat kita tak punya apa-apa. Padahal sungguh sedekah tidak akan mengurangi rizki bahkan akan menambah rizki kita. Namun krn nafsu tidak suka kepada sedekah, maka jajan justru lbh disukai.

Sungguh kita telah diperdaya dgn rasa malas ini. Bahkan saat malas beribadah otak kita pun dgn kreatif akan segera berputar utk mencari dalih ataupun alasan yg dipandang “logis dan rasional”. Sehingga apa-apa yg tak kita lakukan karena malas seolah-olah mendapat legitimasi krn alasan kita yg logis dan rasional itu bukan semata-mata krn malas. Ah ! betapa hawa nafsu begitu pintar mengelabui kita. Lalu bagaimana cara kita mengatasi semua kecenderungan negatif diri kita ini ?

Cara paling baik yg harus kita lakukan adalah kegigihan kita melawan kemalasan diri ini, krn kecenderungan malas kalau mau diikuti terus-menerus, tak akan ada ujung bahkan akan terus membelit kita menjadi seorang pemalas kelas berat naudzubillah. Berangkat ke Mesjid mau dilambat-lambat maka lawan ! Berangkat saja. Ketika terlintas nanti saja wudlu di Mesjid. Lawan ! Di Mesjid banyak orang segera lakukan wudlu, di rumah saja! Itu sunah. Sungguh orang yg wudhu di rumah lalu bergegas melangkahkan kaki ke Mesjid utk sholat maka tiap langkah adl penggugur dosa dan pengangkat derajat.

Sampai di Mesjid paling ni’mat duduk di tempat yang memudahkan dia keluar dari Mesjid bahkan kadangkala tak sungkan untuk menghalangi orang lewat. Lebih-lebih lagi bila memakai sendal bagus, ia akan berusaha sedekat mungkin dgn sendal dengan alasan takut dicuri orang. Begitulah nafsu sungguh bagi orang yang ingin kebaikan dia akan berusaha agar duduk tak menjadi penghalang bagi orang lain. Maka akan dicarinyalah shaf yg paling depan shaf yg paling utama.

Sesudah sholat, ketika mau dzikir kadang terlintas urusan pekerjaan yg harus diselesaikan maka bagi yg tekadnya kurang kuat ia akan segera ngeloyor pergi padahal zikir tak lebih dari sepuluh menit ngobrol saja lima belas menit masih dianggap ringan. Atau ada juga yg sampai pada tahap zikir diucap berulang-ulang subhaanallah subhaanallah tapi pikiran melayang kemana saja. Aneh lagi kalau memikirkan “Dia Si Jantung Hati” konsentrasi sungguh luar biasa. Kenapa misal mengucap subhaanallah 33x yg sadar mengucapkan cuma satu kali? Atau ingatlah saat kita akan berdoa kadang kita malas, ada saja alasan untuk tak berdoa walaupun dilakukan dgn seringkas mungkin. Padahal demi ALLAH dzikir-dzikir yg kita ucapkan akan kembali pada diri kita juga.

Oleh krn itu bila muncul rasa malas untuk beribadah itu berarti hawa nafsu berupa malas sedang merasuk menguasai hati. Segeralah lawan dgn mengerahkan segenap kemampuan yg ada dengancara segera melakukan ibadah yg dimalaskan tersebut. Sekali lagi bangun dan lawan ! Insya Allah itu akan lbh dekat kepada ketaatan. Janganlah krn kemalasan beribadah yg kita lakukan menjadikan kita tergolong orang-orang munafik naudzubillah.

Firman-Nya ” Sesungguh orang-orang munafik itu hendak menipu ALLAH dan ALLAH akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri utk shalat mereka berdiri dgn malas. Mereka bermaksud riya dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut ALLAH kecuali sedikit saja”.

Ingatlah, bahwa kalau kita tergoda oleh bisikan hawa nafsu berupa kemalasan dalam beribadah, maka kita ini sebenarnya sedang menyusahkan diri sendiri krn semua perintah itu adl karunia ALLAH buat kemaslahatan diri kita juga. Coba ALLAH menyuruh kita berdzikir siapa yang mendapat pahala ? Kita. ALLAH menyuruh berdoa, lalu doa diijabah buat Siapa ? Buat kita. ALLAH sedikitpun tak ada kepentingan manfaat atau mudharat terhadap apa-apa yg kita lakukan. Tepatlah ungkapan Imam Ibnu Atho’illah dalam kitab Al Hikam “Allah mewajibkan kepadamu berbuat taat padahal yang sebenar hanya mewajibkan kepadamu utk masuk ke dalam SURGA-NYA {dan tak mewajibkan apa-apa kepadamu hanya semata-mata supaya masuk kedalam surga-Nya}”. Maka Abul Hasan Ashadily menasehatkan kepada kita “Hendaklah engkau mempunyai satu wirid yang tak engkau lupakan selama yaitu mengalahkan hawa nafsu dgn lbh mencintai ALLAH SWT”.

Maka kalau kita sengsara kita susah kita menderita itu bukan krn siapa-siapa itu semua kita yg berbuat. Padahal sungguh tiap desah nafas yg kita hembuskan adl amanah dari ALLAH SWT dan sebagai titipan wadah yg harus kita isi dgn amal-amal kebaikan. Sedangkan hak ketuhanan tetap berlaku pada tiap detik yang dilalui oleh seorang hamba. Abul Hasan lbh lanjut mengatakan “Pada tiap waktu ada bagian yg mewajibkan kepadamu terhadap ALLAH SWT”.

Jadi sungguh sangat aneh jika kita bercita-cita ingin bahagia ingin dimudahkan urusan, ingin dimulyakan, tapi justru amal-amal yg kita lakukan ternyata menyiapkan diri kita utk hidup susah. Seperti orang yg bercita-cita ingin masuk surga, tapi amalan-amalan yg dipilih amalan-amalan maksiat. Maka sahabat-sahabat sekalian sederhanakanlah hidup kita paksakan diri ini untuk taat kepada perintah ALLAH kalau belum bisa ikhlas dan ringan dalam beribadah. Mudah-mudahan ALLAH yg melihat kegigihan diri kita memaksa diri ini nanti dibuat jadi tak terpaksa krn Dia-lah yang Maha Menguasai diri ini.

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

10. Nikmati Proses Tausyiah Aa Gym

Nikmati Proses K.H. Abdullah Gymnastiar. Sebenar yg harus kita ni’mati dalam hidup ini adl proses. Mengapa? Karena yg bernilai dalam hidup ini ternyata adl proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu, Allah yg menetapkan tapi bagi kita punya kewajiban untuk meni’mati dua perkara yg dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga yaitu selalu menjaga tiap niat dari apapun yg kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yg dilakukan selebih terserah Allah SWT. Seperti para mujahidin yg berjuang membela bangsa dan agama sebetul bukan kemenangan yg terpenting bagi mereka krn menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yg paling penting adalah bagaimana selama berjuang itu niat benar krn Allah dan selama berjuang itu akhlak juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yg mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala kalaupun terbunuh, berarti bisa jadi syuhada. Ketika jualan dalam rangka mencari nafkah utk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu krn uang itu ada jalurnya, ada rizki dari Allah dan semua pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari untung yg didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah utk memusnahkan untung yg didapat hanya dalam waktu sekejap. Dibuat musibah menimpa, dikenai bencana hingga akhirnya semua untung yg dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika. Walhasil yg terpenting dari bisnis dan ikhtiar yg dilakukan adl prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga niat agar tak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yg terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu janji-janji kita penuhi. Dan keuntungan bagi kita ketika sedang berproses mencari nafkah adl dgn sangat menjaga nilai-nilai perilaku kita. Perkara uang, sebenarya tak usah terlalu dipikirkan krn Allah Maha tahu kebutuhan kita, lbh tahu dari kita sendiri. Kita sama sekali tak akan terangkat oleh keuntungan yg kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yg kita jalani. Ini perlu dicamkan baik-baik, bagi siapa pun yg sedang bisnis bahwa yg termahal dari kita adl nilai-nilai yg selalu kita jaga dalam proses. Termasuk ketika kuliah, bagi para pelajar kalau kuliah hanya meni’mati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal sebelum diwisuda? Apalagi kita tak tahu kapan akan meninggal. Karena yg paling penting dari perkuliahan, tanya dulu pada diri mau apa dgn kuliah ini? Kalau hanya utk mencari isi perut kata Imam Ali “Orang yg pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tak akan jauh beda dgn yg keluar dari perutnya”. Kalau hanya ingin cari uang, hanya tuk uang, maka asal tahu saja penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adl suatu ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut ilmu supaya tambah luas ilmu, hingga akhir hidup kita bisa lbh meningkat manfaatnya. Kita tingkatkan kemampuan salah satu tujuan adl agar dapat meningkatkan kemampuan orang lain. Kita cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa mensejahterakan orang lain. Dalam mencari rizki ada dua perkara yg perlu selalu kita jaga ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilai dan ketika dapat kita distribusikan sekuat-kuatnya. Inilah yg sangat penting. Dalam perkuliahan niat kita mau apa nih? Kalau mau sekolah, mau kuliah, mau kursus, selalu tanyakan mau apa nih? Karena belum tentu kita masih hidup ketika diwisuda krn belum tentu kita masih hidup ketika kursus selesai.

Ah Sahabat ... Kalau kita selama kuliah, selama sekolah, selama kursus kita jaga sekuat-kuat mutu kehormatan nilai kejujuran etika dan tak mau nyontek, lalu kita meninggal sebelum diwisuda? Tidak ada masalah krn apa yg kita lakukan sudah jadi amal kebaikan. Karena jangan terlalu terpukau dgn hasil. Saat melamar seseorang kita harus siap menerima kenyataan bahwa yg dilamar itu belum tentu jodoh kita. Persoalan kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik, sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan, ternyata ia mengundurkan diri atau akan menikah dgn yg lain. Sakit hati sih wajar dan manusiawi, tapi ingat, bahwa kita tak pernah rugi kalau niat sudah baik, cara sudah benar, kalaupun tak jadi nikah dgn dia. Siapa tahu Allah telah menyiapkan kandidat lain yg lbh cocok. Atau sudah daftar mau pergi haji, sudah dipotret, sudah manasik dan sudah siap utk berangkat, tiba-tiba kita menderita sakit sehingga batal utk berangkat. Apakah ini suatu kerugian? Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan ni’mat dan pertolongan dari Allah krn kalau berangkat haji belum tentu mabrur, mungkin Allah tahu kapasitas keimanan dan kapasitas keilmuan kita.

Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil krn hasil yg bagus menurut kita, belum tentu bagus menurut perhitungan Allah. Kalau misal, kualifikasi mental kita hanya uang 50 juta yg mampu kita kelola. Suatu saat Allah memberikan untung satu milyar nah untung ini justru bisa jadi musibah buat kita. Karena tiap datang rizki akan efektif kalau iman kita bagus dan kalau ilmu kita bagus. Kalau tak datang uang, datang gelar, datang pangkat, datang kedudukan yg tak dibarengi kualitas pribadi kita yg bermutu sama dgn datang musibah. Ada orang yg hina gara-gara dia punya kedudukan krn kedudukan tak dibarengi dgn kemampuan mental yang bagus jadi petantang-petenteng jadi sombong jadi sok tahu maka dia jadi nista dan hina krn kedudukannya. Ada orang yg terjerumus bergelimang maksiat gara-gara dapat untung. Hal ini karena ketika belum dapat untung akan susah ke tempat maksiat krn uang juga tak ada tapi ketika punya untung sehingga uang melimpah-ruah, tiba-tiba dia begitu mudah mengakses tempat-tempat maksiat.

Nah Sahabat ... Selalulah kita ni’mati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yg begitu enak itu telah melewati proses yg begitu panjang dan la,ma. Mulai dari mencari bahan-bahan memilah-milah, menyediakan peralatan yg pas hingga, memadukan dgn takaran yg tepat dan sampai menunggui di open. Dan lihatlah, ketika sudah jadi kue, baru dihidangkan beberapa menit saja sudah habis. Apalagi, biasa tak dimakan sendirian oleh yg membuatnya. Bayangkan kalau orang membuat kue tadi tak meni’mati proses membuatnya, dia akan rugi krn hanya dapat capeknya saja, krn hasil proses membuat kue pun habis dgn seketika oleh orang lain. Artinya, ternyata yg kita ni’mati itu bukan sekedar hasil tapi proses.

Begitu pula ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamil sembilan bulan sungguh begitu berat, tidur susah, berbaring sulit, berdiri berat, jalan juga limbung, masya Allah. Kemudian saat melahirkan pun berat dan sakit juga setengah mati. Padahal, setelah si anak lahir belum tentu balas budi. Sudah perjuangan sekuat tenaga melahirkan, sewaktu kecil ngencingin, ngeberakin, sekolah ditungguin cengeng luar biasa, di SD tak mau belajar {bahkan yg belajar mengerjakan PR justru malah ibunya} dan si anak malah jajan saja, saat masuk SMP mulai kumincir, masuk SMU mulai coba-coba jatuh cinta. Bayangkanlah kalau semua proses mendidik dan mengurus anak itu tak pakai keikhlasan maka akan sangat tak sebanding antara balas budi anak dgn pengorbanan ibu bapaknya. Bayangkan pula kalau menunggu anak berhasil, sedangkan proses sudah capek setengah mati seperti itu, tiba-tiba anak meninggal naudzhubillah apa yg kita dapatkan? Oleh sebab itu bagi para ibu ni’matilah proses hamil sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mengurus anak pusing ngadat- dan rewel anak sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mendidik anak menyekolahkan anak dgn penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai ladang amal. Jangan pikirkan apakah anak mau balas budi atau tidak, sebab kalau kita ikhlas menjalani proses ini insya Allah tak akan pernah rugi. Karena memang rizki kita bukan apa yg kita dapatkan, tapi apa yg dgn ikhlas dapat kita lakukan. **

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym


Artikel terkait :

Friday, January 7, 2011

Mengenang seorang Aa Gym Bag. # 2

Postingan lanjutan (bagian ke-2) ini, bertujuan untuk mengenang sepak terjang Aa Gym di masa lampau, termasuk tulisan-tulisannya yang memotivasi banyak orang. Dulu, ada Zainnudin MZ yang sampai digelari “kyai sejuta ummat”, meski saat ini juga sedang tertimbah musibah. Ato Syeikh Puji Yang menghebohkan. Berat ... berat ... berat ... memang berat menjadi seorang ustadz, kyai ato ulama. Tapi, meski begitu, profesi sebagai pendakwah tetap menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Bisnis ?!?! abis mau dibilang apalagi ?!? klo semakin terkenal, pasti semakin banyak tanggapan. Akhirnya, bisa milih-milih audien-nya. Meski gak mematok harga, ... harga itu pasti akan terus bergerak naik karena permintaan pasar yang terus membludak. Bisa jadi, ... undangan tausyiah dihajatan tetangga sebelah yang menikahkan anaknya, akan susah dipenuhi. Selain itu, ... Semakin terkenal seseorang, semakin banyak pula orang yang ingin mengajaknya berbisnis. Entah berawal dari kekaguman semata ... atau pun murni memanfaatkan momentum yang ada untuk alasan profit oriented.

Berat ... berat ... berat ... Kekuasaan – Kekayaan – Ketenaran. Dapet satu, dapet semua. Hilang satu ?!? bisa hilang semuanya. All for One ... One for All, berat ... berat ... berat ... Mending baca lagi aja lanjutan tausyiah Aa Gym di bawah ini sambil ngemil kacang fustuk yang uenak, hahaha ... es cao !!!

04. Pribadi Muslim Berprestasi Tausyiah Aa Gym

PRIBADI MUSLIM BERPRESTASI Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaan, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tak cukup hanya mengingat indah senyum beliau, tak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur kata, tetapi harus kita lengkapi pula dgn bentuk pribadi lain dari Rasulullah yaitu : beliau adl orang yg sangat menyukai dan mencintai prestasi ! Hampir tiap perbuatan yg dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adl shalat yg bermutu tinggi, shalat yg prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara, kualitas bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberanian tafakur dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruh senantiasa dijaga utk suatu mutu yg tertinggi.

Ya beliau adl pribadi yg sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yg sanggup dilakukannya. Tidak heran kalau Allah Azza wa Jalla menegaskan “Sesungguh telah ada pada diri Rasulullah itusuri tauladan yg baik bagimu bagi orang-orang yg mengharap rahmat Allah ..” Kalau ada yg bertanya mengapa sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandai kita mau jujur dan sudi merenung, mungkin ada hal yg tertinggal di dalam menyuri tauladani pribadi Nabi SAW. Yakni kita belum terbiasa dgn kata prestasi. Kita masih terasa asing dgn kata kualitas. Dan kita kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal itu merupakan bagian yg sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yg diwariskan utk umat hingga akhir zaman.

Akibat tak terbiasa dgn istilah-istilah tersebut kita pun jadi tak lagi merasa bersalah andaikata tak tergolong menjadi orang yg berprestasi. Kita tak merasa kecewa ketika tak bisa memberikan yg terbaik dari apa yg bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita yg merupakan amalan yg paling pokok dalam menjalankan syariat Islam. Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan mengena. Kita pun jarang kecewa sekira shaum Ramadhan kita berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.

Kita memang banyak melakukan hal-hal yg ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tak tergerak utk meningkatkan mutu atau minimal kecewa dengan mutu yg tak baik. Tentu saja tak semua dari kita yg memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi kalau berani jujur mungkin kita termasuk salah satu diantara yg jarang mementingkan kualitas.

Padahal adl sudah merupakan sunnatullah bahwa yg mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yg paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yg bisa dilakukan.

Misal saja shalat “Qadaflahal mu’minuun. Alladziina hum fii shalaatihim” . Amat sangat berbahagia serta beruntung bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya. Arti shalat yg terpelihara mutu yg dilakukan oleh orang yg benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebalik “Fawailullilmushalliin. Alladziina hum’an shalatihim saahuun” {QS. Al Maa’uun (107) : 4-5}. Kecelakaanlah bagi orang-orang yg lalai dalam shalatnya! Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman “Padahal mereka tak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama dgn lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat dan yg demikian itulah agama yg lurus” . Allah pun tak memerintahkan kita kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata krn Allah. Ada riya sedikit saja pahala amalan kita pun tak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.

Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yg unggul selalu lbh mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dgn tingkat keunggulannya. Para pemuda yg unggul juga bisa bermanfaat lbh banyak daripada orang-orang yg tak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata siapapun yg ingin memahami Islam secara lbh cocok dgn apa-apa yg telah dicontohkan Rasul maka bagian yg harus menjadi pedoman hidup adl bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yg meni’mati perbuatan dan karya terbaik yg paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yg harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus meni’mati karya terbaik kita ibadah terbaik kita serta amalan terbaik yg harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dgn syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dgn syariat agama. Insya Allah di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen bersimbah peluh, berkuah keringat dalam memberikan upaya terbaik otak seratus persen digunakan utk mengatur strategi yg paling jitu dan paling mutakhir dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik maka kita pun akan puas menjalani hidup yg singkat ini dgn perbuatan yg Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yg dikhendaki oleh Al Islam yg telah dicontohkan Rasulullah SAW yg mulia para sahabat yang terhormat dan orang-orang shaleh sesudahnya.

Oleh sebab itu bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi utk menjadi seorang pribadi muslim yg berprestasi yg unggul dalam potensi yg telah dianugerahkan Allah SWT kepada tiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenar yang paling berhak menjadi manusia terbaik yg mampu menggenggam dunia ini daripada mereka yg ingkar tak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adl anugerah dan karunia Allah SWT Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isi ini! Ingat wahai hamba-hamba Allah “Kamu adl umat terbaik yg dilahirkan utk manusia menyuruh yg ma’ruf dan mencegah yg munkar dan beriman kepada Allah ..!”.

{Sumber : Tabloid MQ EDISI 07/TH.1/NOVEMBER 2000}

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

05. Penyebab Boros Tausyiah Aa Gym

PENYEBAB BOROS, TIDAK ADA PERENCANAAN Salah satu ciri zaman modern adl segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah. Lihat saja televisi kalau dulu selain ukuran besar memindahkan channel- pun butuh tenaga. Bandingkan dgn TV zaman sekarang yg sudah menggunakan remote control yg hanya dgn sekali sentuh channel sudah berpindah. Termasuk utk menggerakkan TV- sekalipun. Juga AC lampu bahkan ada yg dengan suara pun sudah bisa menjadi sensor penggerak peralatan rumah tangga kita luar biasa. Sungguh kemampuan akal manusia telah menjadikan kebutuhan hidup kita lbh mudah utk dilakukan.

Tapi kemudahan ini pun ada dampak negatifnya. Tiada lain krn segala kemudahan yg didukung dgn pengetahuan yg memadai serta sikap mental yg bermutu ternyata dapat menjadi biang muncul pemborosan. Ada seorang suami yang tercengang melihat rekening tagihan bulanan yg membengkak luar biasa sesudah ia dan istri masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone. Tiada lain krn sedemikian mudah menggunakan dua alat yg memang diperuntukkan sebagai pemberi kemudahan ini. Biasa tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu utk mengadakan perhitungan biaya yg dikeluarkan pun terlewati.

Sangat berlainan hal dgn orang yg menyimpan uang di tabungan yg harus berproses dulu. Untuk mengambil proses ini akan cukup menghambat keinginan utk mudah mengeluarkan uang. Harap dimaklumi sesungguh tak berarti kartu kredit dan handphone itu buruk melainkan para pemilik harus memiliki mental dan keilmuan yg lbh tangguh agar apa yg dimiliki tak jadi bumerang yg akan menjebak dan menyengsarakannya.

Salah satu yg dapat kita lakukan utk menghindari perilaku boros ini adl dengan membuat perencanaan keuangan. Subhanallaah sebuah rumah tangga yg terbiasa mengadakan perencanaan selain lbh hemat juga dapat mengadakan antisipasi terhadap kekurangan cash flow keuangan keluarga. Bahkan anak-anak pun sudah dapat dilatih sedari kecil dgn cara uang jajan diberikan mingguan atau bahkan bulanan sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluaran dalam hal ini akan sangat membantu dalam program penghematan.

Ada sebuah contoh menarik. Ibu Fulanah sebut saja begitu hampir tiap minggu selalu bertengkar dgn suaminya. Sebab adl anggaran belanja yg tak pernah cukup. Padahal menurut perhitungan kasar sang suami dianggap sudah memadai. Sesudah diselidiki dgn seksama ternyata ibu Fulanah ini memang tak punya perencanaan anggaran belanja berimbang sehingga tak ada prioritas dalam pengeluaran uang dan tentu saja akibat banyak hal penting tak terbiayai sedangkan hal sekunder yg tak begitu penting malah dibeli.

Berlainan dgn Ibu Siti bukan nama sebenar yg memiliki pengetahuan untuk mengadakan perencanaan pengeluaran dan pemasukan yg berimbang. Walaupun gaji suami pas-pasan dan bahkan cenderung kurang tapi dgn perencanaan yang cermat dan terbuka kepada seluruh anggota keluarga sehingga tiap anggota keluarga memahami keadaan perekonomian keluarga yg sebenarnya. Akibat selain dana tepat guna seluruh keluarga pun terbiasa juga berhemat. Selain itu kekurangan dana juga bisa dideteksi lbh awal dan segera dicarikan solusi bersama. Tentu saja hasil kerja sama tiap anggota keluarga ini membantu menyelesaikan masalah yg ada. Sungguh sangat belainan dgn ibu Fulanah dan suami tadi yg sibuk saling menyalahkan padahal tentu saja tak menyelesaikan masalah justru malah menambah masalah.

Kalau tak percaya utk hal yg sederhana saja yaitu jikalau kita pergi berbelanja ke pasar atau toko serba ada namun tak punya perencanaan yg jelas maka akibat bisa secara sembrono membeli hal yg tak prioritas. Disamping itu kurang perencanaan menyebabkan pula peluang kegagalan semakin terbuka lebar berarti pemborosan dalam segala bidang.

Maka jikalau ingin menjadi orang yg hemat selalu adakan perencanaan yg matang dalam segala hal. Semakin mendetail/rinci maka semakin besar pula peluang untuk sukses dalam penghematan ini. Termasuk utk hal-hal yg sederhana atau yang biasa dianggap sepele. Biasakanlah sebelum belanja tulis dgn baik dan jelas barang yg harus dibeli dan anggaran yg harus disediakan begitu pula dalam belanja bulanan rumah tangga yg terbiasa mengadakan perencanaan selain lebih hemat juga bisa mengadakan antisipasi terhadap kekurangan biaya belanja bahkan anak-anak pun sudah bisa dilatih mulai dari kecil dgn cara uang jajan bisa diberikan mingguan atau bahkan bulanan sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluaran dan hal ini akan sangat membantu dalam hal efisiensi.

Ha saja harus juga dianggarkan dgn jelas biaya sedekah sebagai investasi penting utk penolak bala dan bencana pengundang rezeki yg lbh berkah. Jangan sampai keinginan hemat menjadi kekikiran dalam kebaikan. Rasulullah dalam hal ini bersabda “Orang yg kikir akan jauh dari Allah dan jauh dari manusia” .

Allah SWT pun menjelaskan dalam firman-Nya “Kamu sekali-kali tak sampai kepada kebajikan jika kamu tak menafkahkan sebagian harta yg kamu cintai. Dan apa saja yg kamu nafkahkan maka sesungguh Allah Maha Mengetahui” {QS. Ali Imran (3) : 92}. Dalam ayat lain “Dan barangsiapa yg terpelihara dari kekikiran diri maka mereka itulah orang-orang yg beruntung” {QS. Ath Taghabun (54) : 16}.

Nampaklah bahwa perencanan finansial yg berdampak pada perilaku hemat ternyata bukan berarti harus kikir.** KURANG PERAWATAN Aini sekali lagi harus pergi ke dokter gigi utk memeriksakan gigi yg sering sakit. Padahal dokter gigi yg praktek di kampung cuma satu-satu dan berjarak cukup jauh hingga utk mendapatkan perawatan dokter tersebut ia harus meluangkan waktu lbh awal dan tetap antri berlama-lama bersama-sama dengan pasien lain. Aini sebetul tak perlu repot-repot pergi ke dokter gigi seandai ia rajin merawat kesehatan giginya. Perawatan yg ringan dgn kebiasaan menjaga kebersihan tentu lbh menguntungkannya. Ia tak perlu membuat jadwal khusus utk pergi ke dokter gigi yg selain menyita waktu dan tenaga juga menguras keuangan utk sekedar ongkos naik angkot dan membeli obat.

Silahkan bayangkan sendiri apa yg terjadi andaikata kita tak merawat gigi kita selama sebulan saja jangan digosok biarkan saja! Resiko apa kira-kira yang akan kita pikul {keuntungan yg diperoleh adl hemat odol hemat waktu dan hemat tenaga}.

Gigi menjadi kuning menebal membuat mual siapapun yg melihat aroma benar-benar memusingkan siapapun yg menghirup tentu saja termasuk yang bersangkutan penyakit mulut serba kumat bisa jadi sariawan infeksi mulut termasuk sakit gigi {seperti yg kita maklumi sakit gigi adl sakit yg paling dramatis selain sakit hampir tak tertahankan jarang ada yg menengok apalagi mengirim makanan bahkan terkadang jadi bahan tertawaan} hubungan dgn sesama akan kacau berantakan begitupun hubungan bisnis/kerja sekali lagi silahkan kalkulasikan sendiri kerugian dari segala sisi terhadap akibat dari kurang perawatan.

Hal ini berlaku terhadap apapun yg harus dirawat barang-barang rumah tangga elektronik kendaraan apapun termasuk tubuh kita sendiri kita akan menanggung resiko pengeluaran yg jauh lbh besar dibanding biaya perawatan berkala yg dilakukan.

Pernah kami melihat sebuah mobil Mercy tahun 48 yg masih sangat mulus krn pemilik begitu disiplin merawat dgn seksama baik kondisi bodi maupun mesin bahkan sampai komponen detail interior sekalipun krn dengan teratur dibersihkan secara apik dan benar begitu pun penggantian komponen atau pelumas sesuai dgn aturan aus dianggarkan secara khusus dan hasil selain mobil itu awet dan masih sangat nyaman dipakai juga punya nilai jual yg jauh lbh tinggi.

Mahasuci Allah SWT yg menjanjikan “La insyakartum la adzii dannakum wa la in kafartum inna adzaabi la syadiid” yg artinya “Barangsiapa yg bersyukur atas ni’mat yg ada niscaya Kutambah ni’mat-Ku padamu dan barangsiapa yg tiada tahu bersyukur niscaya adzab Allah sangat pedih.” Memelihara ni’mat yg Allah titipkan/karuniakan kepada kita sesungguh termasuk amal shaleh yg utama dan dikategorikan ahli syukur yg pasti mendapat balasan ni’mat lain yg lbh baik dan sebalik orang yg tak mau merawat ni’mat ini termasuk orang yg kufur ni’mat yg akan memikul derita kerugian lahir batin naudzubillaah.

Sebetul anggaran utk merawat tak boleh disebut biaya perawatan melainkan investasi/modal seperti hal membeli sikat gigi dan pasta bukan biaya melainkan modal utk meni’mati gigi yg sehat bisa makan dengan ni’mat dan lain sebagainya.

Oleh krn itu marilah kita songsong ni’mat yg melimpah yg Allah janjikan dengan mensyukuri ni’mat yg ada yaitu diantara dgn merawat memelihara dengan baik teratur dan benar.

DIPERBUDAK NAFSU, Sesungguhnya pemboros sejati adl orang-orang yg memang pecinta duniawi ini yang mengutamakan topeng ingin dipuji dan dihormati orang lain yg bersikukuh menjaga gengsi yg ingin serba enak dgn kemewahan yg larut sebagai korban mode atau korban jaman yg pada ujung penyebab adl kurang iman akibat kurang pengetahuan tentang hakekat hidup mulia yg sebenarnya.

Memang menyedihkan kehidupan yg selalu diukur dgn ukuran materi dgn badai informasi lewat media cetak maupun elektronik lewat film sinetron lagu iklan dan lain-lain mempertontonkan kehidupan mewah glamour membuat banyak orang yg hidup tak realistis seakan jauh lbh besar pasak daripada tiang dan semua ini juga menjadi biang keresahan dan kesengsaraan batin juga menjadi biang terjadi tindakan ketidakjujuran/kejahatan krn utk mendapatkan obsesi tersebut akan menghalalkan segala cara.

Tukang jaga gengsi kasihan benar orang yg sangat menjaga gengsi takut tertinggal oleh orang lain dia akan pontang-panting utk memiliki sesuatu agar gengsi dianggap tetap terjaga walaupun harus pinjam sana-pinjam sini tentu saja barang yg dimiliki tak akan membahagiakan krn taruhan utk memiliki sesungguh diluar kemampuannya.

Korban mode ini pun selain pemboros juga menderita krn selalu ingin tampil up to date bermode sesuai dgn jaman tentu akan repot krn mode terus menerus berubah pasti akan sangat menguras tenaga waktu dan biaya dan yg paling meyedihkan paling sering seseorang merasa keren sesuai dgn mode padahal yg melihat menjadi sangat geli bahkan mengasihani krn selain seringkali mode itu tak sesuai/tak pantas orang lain juga sudah tahu modal yg sebenarnya.

Si Sombong kalau si Sombong tak pernah tahan melihat orang lain melebihi keadaan sehingga yg terus ada dalam benak pikiran adl bagaimana selalu kelihatan lbh dari orang lain dalam hal apapun maka dia begitu menderita melihat kesuksesan kekayaan dan kemajuan orang lain maka akan berjuang mati-matian dgn cara apapun agar selalu tampak lbh bagus lbh moderen lbh kaya lbh elit dia sudah tak perhitungkan lagi biaya yg keluar dan dari mana asal yg penting lbh dari orang lain.

Si Riya alias tukang pamer kalau si Riya ini persis mirip etalase sibuk ingin memiliki sesuatu yg diharapkan membuat diri diketahui kekayaa status dan lain sebagai tentu saja ia akan berusaha pamer pakai barang luar negeri ekslusif lain dari yg lain yaa sebetul mirip satu sama lain fokus dari pikiran adl bagaimana supaya dinilai hebat oleh orang lain setak tak diremehkan.

Dalam beberapa hal menjaga kemuliaan diri ini adl kebaikan tapi kalau sampai menyiksa diri melampaui batas kemmpuan apalagi sampai melanggar hak-hak orang lain termasuk yg diharapkan maka jelaslah kerugian dunia akhiratnya.

CEROBOH ATAU KURANG PERHITUNGAN, Kawan karib tergesa-gesa adl ceroboh tak hati-hati atau tak berperhitungan cermat. Boleh jadi dia sudah punya perencanaan matang lalu menahan diri dari tergesa-gesa tapi belum juga luput dari kerugian kalau dia masih bertindak ceroboh. Skala kerugian akibat ceroboh ini sangat macam-macam mulai dari yg sederhana sampai bencana masal lahir batin melibatkan orang banyak.

Kisah kawan yg baru pulang dari Timur Tengah dgn penuh keceriaan dan bangga memperlihatkan oleh-oleh yg kata barang elektronik langka dan tak ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenak selama perjalanan utk mempergunakan alat canggih dan mahal ini maka sesampai di rumah sebelum melakukan apapun segera saja dibuka bungkus utk dioperasikan secepatnya. Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah kabel listrik dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tak jalan seperti semesti bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus ya bau khusus kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut. Walhasil selain kaget sedih kecewa. Tentu saja sangat rugi uang waktu dan tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter hanya dalam bilangan detik saja menjadi sampah tak berguna krn kecerobohan lupa merubah voltase listriknya.

Ada kisah yg lbh dramatis lagi semoga tak ada orang yg mengulangi kecerobohan ini yaitu ketika seorang ayah yg tentu sangat sayang kepada keluarga harus mengantar istri dan anak berobat ke dokter mampir di sebuah apotik utk membeli obat. Ketika keluar dari mobil segera saja lari masuk ke dalam apotik tiba-tiba terdengar jeritan dan suara benturan yg keras lalu suara benda besar terjun ke sungai apakah yg terjadi? Ternyata sang suami ini begitu ceroboh memarkir mobil di pinggir jalan yg menurun dan tak memasang rem tangan ataupun memasukkan gigi perseneling sehingga sepeninggal mobil ini meluncur dgn sendiri tak terkendali lalu membentur dinding jembatan dan akhir jatuh ke sungai sungguh tragis. Ternyata hidup dgn mengandalkan kasih sayang saja tak cukup melainkan juga harus dgn kehati-hatian. Jauh dari kecerobohan.

Belum lagi kisah seorang ibu yg mengantuk ketika memberi obat kepada anak yang ternyata harus rela kehilangan buah hati krn ceroboh salah memberikan obat.

Begitu banyak kisah kecerobohan dari sisi kehidupan manapun yg ujung adl bencana yg sangat merugikan dan memilukan. Oleh krn itu sebagai langkah awal kita harus selalu berupaya memahami segala sesuatu dgn baik. Luangkanlah waktu utk mempelajari prosedur dan aturan-aturan penggunaan cara pakai yg benar dosis atau takaran yg pasti bacalah buku/lembaran panduan terlebih dahulu dan pahami dgn seksama berikut segala larangan dan resikonya.

Lalu tahap selanjut berusahalah utk disiplin dan tertib melaksanakan sesuai aturan. Ikutilah tahapan-tahapan dan batasan-batasan yg dianjurkan/diharuskan dengan seksama dan bersabarlah utk mengikuti jangan sok tahu dan menganggap enteng.

Selalu melakukan sesuatu dgn kesungguhan kehati-hatian dan konsentrasi yg baik agar tak terjadi kecerobohan yg merugikan.

MALAS, Berbicara tentang kemalasan maka bukan berbicara tentang kurang pengetahuan. Dia tahu tapi tetap tak melakukan hal yg semesti dilakukan ya krn enggan atau malas itulah dan kerugian yg timbul pun bukan main-main bisa jadi sampai hilang nyawa. Para pengangguran yg malas mencari nafkah atau malas bekerja keras benar-benar makhluk beban biang pemborosan krn walaupun menganggur dia tetap harus menguras dana utk makan minum tempat berteduh mandi listrik air ledeng dan lain sebagainya.

Padahal kalau dia mau saja keluar dari rumah dgn niat dan tekad utk bekerja keras mencari nafkah niscaya akan seperti burung yg keluar dari sangkar dan kembali membawa cacing utk makan keluarga jadi bukan krn tak ada jatah rizki melainkan malas menjemput jatahnya.

Ada seorang pemuda malah mahasiswa mempunyai motor yg bagus tapi dia malas sekali utk memarkir kendaraan di tempat semesti merasa lbh mudah menyimpan di depan pintu kost dan dia pun malas utk repot-repot menggunakan rantai pengaman. Di ujung kisah ini sudah bisa ditebak kemalasan seperti ini adalah memberi kemudahan bagi para maling utk melakukan aksinya. Malas mengeluarkan waktu dan tenaga yg tak seberapa dan hasil lenyaplah berjuta-juta hasil tabungan orang tua plus masih harus nyicil sisanya.

Kisah lain tentang safety belt atau sabuk pengaman. Karena merasa sudah terbiasa tak menggunakan dan juga malas memakai maka Pak Fulan sang boss sebagai pemilik mobil mewah harus memiklul derita yg menyedihkan yaitu tatkala ada mobil orang lain yg hilang kendali sehingga menabrak mobil tanpa bisa dihindarkan. Akibat selain harus berbaring di rumah sakit berbulan-bulan krn geger otak dan patah tulang tangan serta kaki yg tentu mengeluarkan biaya mahal juga tak dapat bekerja dgn baik yg menghilangkan kesempatan bisnis serta silahkan hitung jenis kerugian lainnya. Hal yg berbeda tak dialami sang supir yg walaupun pendidikan hanya Sekolah Dasar tapi selalu berusaha tertib disiplin dan tak mengenal malas utk menyempurnakan kewajibannya. Sang supir selamat krn menggunakan sabuk pengaman dgn baik dan juga tak pernah malas utk berdo’a meminta perlindungan kepada Allah yg menguasai segala kejadian. Tak pernah malas utk berdzikir sepanjang jalan juga tak pernah malas utk bersedekah bukankah sedekah adl penolak bala.

Silahkan renungkan sendiri perkara kemalasan lainnya. Misal malas mandi maka bersiaplah utk berpanu ria. Malas mengerjakan tugas dan belajar maka bersiaplah utk tak naik kelas/tingkat. Malas ngantor maka bersiaplah utk dirumahkan malas beribadah maka bersiaplah utk mendapatkan penderitaan dunia akhirat bukankah tugas kita ini utk beribadah?! Percayalah tak ada jalan kesuksesan bagi pemalas yg malang. Maka marilah kita lawan dengan segenap tenaga dobrak bagai buldozer menggempur penghalang. Yakinlah bahwa kita sangat sanggup melawan kemalasan yg merugikan dan menghinakan itu dengan mudah asalkan mau memulai dgn DO IT NOW. Lakukan sekarang juga apa yang harus kau lakukan. Selamat meni’mati hasilnya.

KURANG KENDALI, Ada sebuah rumus sederhana utk sebuah kebangkrutan pada umum jatuh sebuah usaha itu tak langsung sekaligus melainkan pelan menjalar dan akhir menjadi parah tak tertahankan dan penyebab semua ini adl lemah system pengontrolan dari usaha tersebut.

Ya bagi siapapun yg mau pergi menggunakan kendaraan dan tak melakukan pengontrolan terhadap jumlah bahan bakar yg ada maka bersiaplah stress sepanjang jalan dan siap pula utk berkuah peluh mendorong apalagi perjalanan keluar kota dan tak punya sistem pengontrolan terhadap air radiator oli ban cadangan dan peralatan kotak P3K atau hal lain maka bersiaplah utk memikul biaya besar akibat kelalaian pengontrolan ini.

Orang tua yg tak punya sistem kontrol yg baik terhadap perilaku dan pergaulan anak-anak tampak terlalu banyak contoh di sekitar kita tentang aib dan bencana yg harus dipikul kedua orang tuanya.

Begitu pun organisasi yg lemah sistem kontrol baik ke atas maupun ke bawah niscaya organisasi ini akan menjadi organisasi babrok tak bermutu tak akan berprestasi dgn benar dan baik dan suatu saat pasti ambruk krn memang demikianlah sunnatullah-nya. Termasuk sakit bangsa ini jelas sekali menjadi pelajaran bagi kita semua korupsi dimana-mana merajalela disegala lapisan sungguh menyedihkan memang bangsa kita punya moral yg sangat buruk begini pelajaran yg dapat diambil memang sistem pengontrolan dari rakyat ke penguasa hampir tiada aparat yg harus juga ternyata tak jujur maka ya jadilah semrawut begini.

Oleh krn itu marilah kita mulai dari diri kita keluarga kita utk berbudaya membangun system pengontrolan yg baik benar dan tepat awali pengetahuan tentang resiko yg harus dipikul yg dapat dicegah dgn cek dan ricek yg baik lalu biasakan membuat check list atau daftar pengecekan yg jelas dan detail dan mulailah membiasakan utk tak melakukan apapun sebelum mengadakan check dan ricek tadi Insya Allah semoga Dia mencegah segala kemudharatan dgn sikap kita yg penuh kehati-hatian ini sehingga kita lbh dapat meni’mati hidup ini dgn lbh baik.

SEGALANYA MUDAH, Salah satu ciri dari zaman modern ini adl segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah lihat saja TV kalau dulu selain ukuran besar memindahkan chanel juga butuh tenaga bandingkan dgn TV saat ini sudah menggunakan remote yg hanya disentuh saja termasuk menggerakkan TV- sekalipun juga AC lampu bahkan suara kita pun sudah bisa jadi sensor penggerak peralatan luar biasa.

Tapi ada dampak negatif segala kemudahan yg tak didukung dgn pengetahuan yang memadai serta sikap mental yg bermutu krn ternyata biang pemborosan pun bisa lahir dari kemudahan ini.

Ada seorang suami yg tercengang melihat rekening tagihan bulanan yg membengkak luar biasa sesudah beliau dan istri masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone krn demikian mudah menggunakan tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu utk mengadakan perhitungan pun terlewati tentu sangat berlainan hal dgn orang yg menyimpan uang di tabungan yg harus berproses utk mengambil proses ini akan cukup menghambat keinginan utk mudah mengeluarkan uang harap dimaklumi sesungguh tak berarti kartu kredit dan handphone itu buruk melainkan para pemilik harus memiliki mental dan keilmuan yg lbh tangguh agar apa yg dimiliki tak jadi bumerang yg akan menjebak dan menyengsarakannya.

Sistem belanja dgn mencicil juga harus dicermati dgn seksama kemudahan yang diberikan dgn kiriman langsung ke rumah dan dicicil bulanan tentu saja ada mamfaat tapi tak jarang menjadi ajang pemborosan krn digunakan utk memiliki sesuatu yg sebetul tidak/belum begitu diperlukan sedangkan cicilan-cicilan yg beraneka ragam akan sangat terasa ketika sudah mulai mencicil dan lbh terasa lagi jikalau cicilan jangka panjang sedang sang barang tak begitu tinggi nilai mamfaat atau bahkan sudah rusak.

Termasuk berbelanja di superstore yg sangat serba ada daya rangsang utk membeli akan timbul dgn kemudahan melihat barang-barang tersebut yg sebetul jikalau mau jujur tanpa barang tersebut pun tak akan berpengaruh bagi keadaan rumah tangga sungguh harus sangat berhati-hati selain harus direncanakan dgn baik apa yg akan dibeli juga harus dibatasi membawa uang agar tak kebobolan berbelanja hanya krn tergiur dgn kemudahan melihat dan mendapatkannya.

{Sumber : Koran Kecil MQ EDISI 12 13 14 15/TH.I/2001}

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym


Artikel terkait :


Submit your 
content Every Day to 25 social 
bookmarking sites, all on unique 
C class IPs... FREE.